Memotivasi Anak Jadi Model Cilik

Beberapa anak memang ingin sekali menjadi model cilik, yang bisa melenggang di atas catwalk atau tampil di sampul majalah terkenal. Parenting Cover Hunt 2011 presented Cussons Baby bisa jadi salah satu media untuk mewujudkan impiannya.

Tapi, sebelum si kecil terlanjur masuk ke dalam dunia modelling, ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui seputar dunia ini, serta berbagai 'etiket' yang harus dikuasai si kecil agar menjadi model cilik yang profesional dan tahan lama. Berikut saran dari Nessi Purnomo, Psi., MSi, psikolog perkembangan dan psikolg associate di Personal Growth:

Ingatlah bahwa aktivitas yang diikuti anak ini sifatnya hanya 'tambahan', dan tidak bersifat 'utama'. Artinya, kegiatan modeling yang diikuti anak tidak akan menyita sebagian besar waktunya.

Dari 100% waktu anak, gunakan kurang dari 10%-nya untuk kegiatan ‘tambahan’ ini. Selebihnya, biarkan si kecil menikmati masa kanak-kanaknya seoptimal mungkin.

Kegiatan modelling tetap punya manfaat untuk anak, di antaranya:
1. Belajar lebih berani tampil di depan umum
2. Belajar lebih berani berinteraksi dengan orang lain (selain figur-figur yang selama ini selalu dekat dengannya)
3. Belajar bekerjasama dengan orang lain (yakni orang dewasa yang terkait dengan aktivitas lomba)
4. Belajar disiplin
5. Belajar menghargai dan toleran terhadap orang lain

Jadikan semua aktivitas ini menjadi media belajar untuk anak. Urusan menang-kalah, misalnya, bisa jadi media bagi Anda untuk mengajarkan pada anak bagaimana merespon semua peristiwa secara bijaksana.

Agar si kecil menjadi model yang sukses (dan selalu disukai), inilah beberapa hal yang harus dipelajarinya sejak dini:
1. Ajarkan anak untuk tetap rendah hati.
2. Jangan turuti semua keinginan anak. Walaupun ia memiliki uang, ini tidak berarti semua permintaannya harus diluluskan.
3. Ajarkan anak untuk tidak membiarkan orang lain menunggu. Dengan menepati janji, ia belajar menghargai dan toleran terhadap orang lain.

 





Follow Us

angket

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia