Let's Vacay!
Sudah punya rencana liburan akhir tahun ini? Wisata apa yang jadi pilihan keluarga Anda?
Jelajah Museum
Bermain di Pantai
Liburan di Pegunungan
Wisata Belanja
Wisata Kuliner

Tidur Nyaman Saat Hamil

(artikel ini diambil dari Ayahbunda.co.id)



Tidur nyenyak jadi barang mewah selama hamil? Tidak, bila Anda tahu cara mengatasi pengganggunya!


  1. Sering buang air kecil di malam hari. Ini terjadi karena aliran darah meningkat dan rahim Anda yang berisi janin membesar dan menekan organ-organ di sekitarnya, termasuk kandung kemih. Akibatnya, begitu kandung kemih terisi sedikit urin, klep pembuka saluran sudah terdesak sehingga muncul dorongan buang air kecil yang terus menerus. Atasi dengan membatasi minum menjelang tidur, dan buatlah jadwal minum untuk memenuhi kebutuhan konsumsi air sebanyak 2 liter sehari pada pagi hingga siang hari. Hindari minuman yang mengandung kafein karena memicu keinginan untuk buang air kecil dan biasakan buang air kecil sebelum tidur.
  2. Kebanyakan tidur siang. Kadar hormon progesteron yang meningkat selama hamil, membuat tubuh Anda merasa cepat lelah. Untuk menghalau rasa lelah Anda akan cenderung sering tidur siang, dan biasanya cukup lama. Ini membuat Anda menjadi sulit tidur pada malam hari. Atasi dengan mengurangi waktu tidur siang atau jangan tidur siang terlalu lama. Bila tidur siang, jangan terlalu sore dan bangun menjelang malam. Tata kamar tidur serta ranjang Anda sedemikian rupa sehingga menjadi lebih nyaman. Misalnya tambahkan beberapa bantal besar dan aromaterapi yang membuat Anda rileks.
  3. Cemas terhadap kehamilan. Kehamilan pertama memang kerap membuat para calon ibu merasa takut, cemas, dan khawatir. Sebab, belum berpengalaman dan belum memiliki gambaran tentang proses kehamilan, proses persalinan, maupun peran sebagai ibu yang akan dijalaninya. Semua itu menimbulkan perasaan cemas berlebihan, serta pikiran-pikiran “menakutkan” yang membuat sulit tidur. Atasi dengan berbagi dengan suami dan sahabat terdekat tentang hal-hal yang membuat Anda merasa takut, cemas, dan khawatir terhadap kehamilan, kondisi janin, atau proses persalinan yang akan Anda jalani. Coba berendam dengan air hangat untuk menghalau berbagai pikiran serta kecemasan  untuk membuat Anda merasa rileks. Lakukan berbagai kegiatan yang membuat perasaan Anda senang dan bahagia. Misalnya, melakukan hobi Anda melukis, bermain musik, atau sekadar membaca novel favorit.
  4. Mual sepanjang hari. Rasa mual dan muntah selama masa kehamilan, khususnya pada trimester pertama, dialami oleh lebih dari 70% ibu hamil. Kapan munculnya rasa mual tersebut, berbeda-beda pada setiap orang. Namun, tidak jarang rasa mual ini muncul sepanjang hari, termasuk malam hari menjelang tidur. Bahkan, ada yang menyerang semalaman sehingga membuat ibu hamil terganggu tidurnya. Atasi dengan meletakkan makanan sebagai camilan ringan di samping tempat tidur. Misalnya, krakers dan manisan buah kering. Makanlah saat Anda lapar untuk mengurangi rasa mual. Hindari  makanan yang berbumbu tajam atau terlalu pedas karena dapat memicu produksi asam lambung berlebihan dan menyebabkan rasa mual. Hindari juga makanan-makanan yang berkadar lemak tinggi, karena sulit dicerna dan membuat lambung Anda 'bekerja keras'.



Perut yang membesar di trimester 3 kehamilan, makin membatasi ruang gerak ibu hamil sehingga menganggu waktu tidur. Solusi untuk tiap 'pengganggu' tidur di trimester 3:
  1. Badan terasa tidak nyaman. Ukuran janin yang semakin besar membuat Anda merasa tidak nyaman. Ditambah lagi, kedua payudara Anda yang sudah mempersiapkan diri untuk memroduksi ASI juga semakin besar dan berat. Kondisi tubuh Anda ini membuat Anda sulit mencari posisi nyaman saat berbaring untuk tidur. Atasi dengan mengenakan bra khusus ibu hamil dan ibu menyusui yang berfungsi menopang kedua payudara yang bertambah besar serta berat, sehingga Anda cukup nyaman saat tidur. Tambahkan bantal pengganjal untuk menopang paha Anda, terutama saat tidur miring. Kenakan  baju tidur dari bahan yang nyaman dipakai, seperti katun atau kaos yang cukup longgar.
  2. Rasa panas di dada dan perut. Ini terjadi akibat desakan rahim yang membesar terhadap lambung sehingga makanan naik ke arah kerongkongan dan mengakibatkan iritasi pada dinding kerongkongan. Makanan yang sudah bercampur dengan asam lambung yang bersifat asam menyebabkan rasa panas di daerah dada. Sedangkan rasa panas di perut disebabkan akumulasi makanan di lambung yang cukup lama karena kerja sistem pencernaan menjadi lambat. Atasi dengan mmengonsumsi makanan dalam jumlah sedikit pada jadwal makan, sehingga lambung tidak terlalu penuh. Hindari makanan yang pedas, berbumbu tajam, dan memicu rasa mual. Ubah posisi tidur jadi berbaring dengan dada lebih tinggi dari perut. Letakkan bantal pengganjal di punggung. Lakukan  sekitar 1 jam setelah makan.
  3. Kepanasan. Peningkatan berbagai hormon di dalam tubuh Anda selama hamil, akan membuat suhu tubuh berfluktuasi dan cenderung lebih panas dari suhu tubuh sebelum hamil. Ini akan menyebabkan Anda merasa kepanasan atau kegerahan, meski AC di kamar tidur Anda sudah membuat pasangan Anda menggigil kedinginan. Atasi dengan mengenakan selimut tipis. Kenakan baju tidur yang longgar, tipis, terbuat dari katun atau kaos. Gunakan alas pendingin pada tempat tidur.





   Komentar

  
200 karakter tersedia

** Dengan meng-klik tombol "kirim" berarti kamu telah menyetujui Privacy Policy & Disclaimer kami.
 
   Kirim ke Teman


 
200 karakter tersedia
** Jika sudah login, email akan terkirim dengan nama anda.
 



Home | Hamil | Bayi | Balita | Usia Sekolah (5-12) | Dunia Mama | Acara Parenting | Berlangganan | Privacy Policy & Disclaimer | Terms & Condition

2004 - 2014 Hak cipta oleh majalah Parenting
Dilarang menyalin/ mempublikasikan/meng-copy isi website tanpa seijin pihak Femina Group
Tampilan terbaik gunakan IE 7+ / Mozilla Firefox 3+