Analisa Kuman Anak

Balita senang mengeksplorasi dan terkadang Mama mentoleransi beberapa hal yang berpotensi terpapar kuman.

Apakah kebiasaan tersebut membahayakan anak Anda atau aman untuk diteruskan? Berikut beberapa kebiasaan tersebut dan hasil analisa dari para dokter spesialis anak di Amerika.  

Saat anak buang air di bak mandinya

Ketika anak berendam dan ia ‘tanpa sengaja’ buang air kecil atau besar, ia akan bersentuhan dengan hasil pembuangan tubuhnya sendiri. Urin dan pup mengandung organisme yang berasal dari dalam tubuhnya, sehingga hal tersebut tidak akan membuat anak jatuh sakit. Mama perlu khawatir kalau anak berendam di air yang terkontaminasi urine ataupun pup dari anak lain (misalnya jika anak mandi bersama di bath tub dengan kakak atau adik). Jika hal ini terjadi, segera keringkan air dan buang kotoran yang ada serta segera bersihkan bathtub dan anak Anda dengan sabun dan air hangat. 

Bahaya baru terjadi jika air terminum anak ataupun anak berendam ketika ada bagian tubuhnya yang luka, apalagi luka terbuka. Hal ini bisa menyebabkan anak terkena diare ataupun infeksi karena luka yang terpapar organisme dari urin ataupun pup.  

Jika anak menjilat makanan TIDAK dari piringnya? 

Mama membawa anak makan di restoran kesayangan dan ia menjilat makanan yang jatuh di meja, kursi bahkan lantai. Hal ini berpotensi anak terpapar kuman, jadi jangan dibiarkan. Hasil penelitian menemukan banyaknya kuman yang bisa masuk ke dalam tubuh karena tempat umum seperti ini biasanya tidak dibersihkan dengan desinfektan dan tentunya digunakan pelanggan lain. Bakteri E.Coli juga sering ditemukan di tempat umum. 

Yang bisa Mama lakukan untuk mencegahnya (selain mengajari anak menghilangkan kebiasaan ini) adalah mengelap meja dan kursi di sekitar anak sebelum ia duduk dengan tisu basah khusus anti kuman. 

Bila empeng jatuh di lantai dan Mama bersihkan dengan cara menjilatnya sebelum diberikan pada anak? 

Kebiasaan ini bisa memapar kuman yang terdapat di dalam mulut Mama kepada anak. Lagipula anak akan belajar bahwa benda yang jatuh aman digunakan kembali setelah dijilat.

Empeng (atau dot pada botol susu) yang menyentuh lantai harus dibersihkan dengan air dan sabun sebelum digunakan kembali. Karena ‘kecelakaan’ seperti ini umum terjadi, pastikan Mama menyimpan empeng dan dot cadangan di tas saat bepergian.  

Bika anak minum sisa minuman dari botolnya

Sisa susu, air atau jus dalam wadah (botol,cangkir atau kotak) berpotensi membuat anak Anda sakit.. Susu bisa menjadi asam dan minuman apapun bisa menjadi sarana bakteri berkembang biak jika dibiarkan. 

Pastikan Mama membuang sisa susu segera. Jenis minuman lain masih aman ketika dibiarkan 24 jam. Untuk menghindari bakteri berkembang biak, simpan sisa minuman dalam kulkas sebelum dikonsumsi kembali. (Penulis: Fina Khairaty/Foto: dok Feminagroup)


 





Follow Us

angket

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia