Atasi Anak Suka Menjerit

Ada suatu fase dalam tahap perkembangan anak, saat ia sangat senang mengeksplorasi suaranya. Karena itulah ia sering berteriak-teriak atau menjerit-jerit.

Anak menikmati bukan hanya intensitas suaranya sendiri, tetapi juga reaksi pendengarnya, yang mungkin terkejut, tersenyum memaklumi, atau memberi teguran. Yang jelas, berkat teriakan itu, orang jadi berhenti beraktivitas dan memberi perhatian padanya.

Coba ikuti saran berikut untuk menghadapinya:

• Jangan memarahi, karena justru akan membuat dia mengulangi lagi perbuatan itu. Tapi kalau Anda diam saja, ia tidak akan berubah.

• Sampaikan harapan Anda secara jelas, termasuk apa yang bisa Anda tolerir dan apa yang tidak. “Mama senang melihatmu asyik bermain, tapi kamu lebih manis kalau tidak berteriak-teriak. Cobalah memperdengarkan suaramu yang lembut pada Mama.”

• Mintalah anak keluar rumah bila ingin berteriak. Sesekali bila sedang tak sibuk, ajaklah anak pergi ke taman, atau piknik ke tempat yang lebih luas lagi, seperti pantai.

Biarkan di sana ia berteriak dan menjerit-jerit sesuka hati. Katakan padanya, “Kita boleh berteriak lantang di tempat-tempat seperti ini, bukan di rumah karena akan mengganggu orang lain.”

Mungkin ia tak langsung menuruti permintaan Anda, tapi bersabarlah. Pelan-pelan, ia akan belajar di mana sebaiknya memperdengarkan suara lantangnya.

Baca juga: Jangan Terjebak Mitos Anak Bermasalah


   Komentar

  
200 karakter tersedia

** Dengan meng-klik tombol "kirim" berarti kamu telah menyetujui Privacy Policy & Disclaimer kami.
 
   Kirim ke Teman


 
200 karakter tersedia
** Jika sudah login, email akan terkirim dengan nama anda.
 



Home | Hamil | Bayi | Balita | Usia Sekolah (5-12) | Dunia Mama | Acara Parenting | Berlangganan | Privacy Policy & Disclaimer | Terms & Condition

2004 - 2014 Hak cipta oleh majalah Parenting
Dilarang menyalin/ mempublikasikan/meng-copy isi website tanpa seijin pihak Femina Group
Tampilan terbaik gunakan IE 7+ / Mozilla Firefox 3+