Aturan Pilih Camilan Anak

Jika ditawarkan di waktu yang tepat, camilan bisa membantu melengkapi kebutuhan gizi anak.

Untuk balita, camilan dapat meredakan kerewelan akibat lapar sebelum waktu makan besar tiba. Sedangkan untuk anak yang lebih besar, camilan dapat mencegah mereka makan berlebihan saat makan makanan utama. Anak termasuk anak yang susah makan? Nah, di sinilah camilan berfungsi untuk melengkapi kebutuhan gizinya, yang mungkin tidak ia dapatkan dari makanan utamanya.

Tapi, ini bukan berarti Anda bebas memberikan camilan apapun untuk anak di antara jam makan, lho. Memilih camilan juga ada aturannya. Yang terbaik adalah camilan yang bergizi-rendah gula, lemak, dan garam. Buah, sayuran, dan makanan yang mengandung biji-bijian dan protein juga termasuk pilihan camilan yang baik.
 
Bukan hanya jenis camilan yang perlu Anda perhatikan, tapi juga porsi dan waktu pemberian camilan. Ini penting, supaya makanan yang dimaksudkan sebagai selingan ini tidak mengganggu nafsu makan anak ketika waktu makan utama tiba.
Kenapa memilih camilan tak bisa sembarangan?

Menurut Prof. Dr. Hardinsyah, MS, ketua Pergizi Pangan Indonesia, dalam acara peluncuran GoVit, produk camilan rendah kalori dari Indofood Nutrition, bila pilihan camilan jatuh pada jenis makanan tak sehat, anak berpotensi mengalami kekurangan gizi yang mengakibatkan stunted atau tubuh pendek. Sebaliknya, camilan ‘kaya’ gizi dan tinggi kalori justru bisa membawa anak pada kondisi overweight atau kegemukan.

Sebagai mama, tugas Andalah untuk memastikan anak mendapatkan asupan vitamin dan mineral yang cukup untuk tumbuh kembangnya, tak hanya dari makanan utamanya, tetapi juga dari makanan selingannya. Caranya? Selektiflah dalam menyediakan camilan untuk si kecil di rumah. Pola makan yang baik di rumah akan terbawa ke sekolah dan tempat lain, sehingga dapat meminimalkan kemungkinkan si kecil jajan sembarangan ketika di luar rumah. Setuju, Ma?

 





Follow Us

angket

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia