Tips Menitipkan Anak di Daycare

Ingin bekerja tanpa khawatir meninggalkan anak? Daycare bisa menjadi alternatif.

Saat ini, daycare atau taman penitipan anak (TPA) bisa jadi solusi bagi ibu sibuk. Apalagi bila Anda tidak terlalu percaya anak diurus babysitter. Banyak hal positif yang bisa didapat Anda dan buah hati dengan memanfaatkan daycare. Anak senang, mama pun tenang. Tapi, Anda juga harus cermat memilih daycare. Apa saja yang harus dipertimbangkan?

Survey, survey, survey
Jangan langsung memilih satu TPA tanpa ada perbandingan. Anda bisa bertanya pada teman-teman yang pernah memakai jasa daycare atau dapat mencari info lewat browsing internet.

Jangan hanya mencari tahu tentang kelebihannya, tapi selidiki juga kekurangannya. Setelah mendapat sedikit info, tak ada salahnya Anda mendatangi langsung. Dengan begitu, Anda bisa melihat sendiri apakah kabar miring yang sempat beredar benar atau tidak.

Yang mahal, pasti berkualitas?
Belum tentu. Memang, biasanya daycare mahal, fasilitasnya lebih lengkap, dan memperkerjakan tenaga profesional. Plus, iming-iming anak bisa makin pintar. Tapi, hal ini juga bisa tergantung dari kenyamanan anak. Coba juga ajak anak ke tempat tersebut. Jika mereka cukup antusias mencoba fasilitas di sana, itu sudah menjadi ‘lampu hijau’ buatnya.

Perlu Anda ketahui, ada beberapa daycare yang membuat aturan denda. Jika terlambat menjemput anak, Anda bisa dikenai denda terlambat tiap beberapa menit atau jam.

Kenali lewat wawancara
Biasanya sebelum mempekerjakan pekerja di rumah atau di kantor, Anda akan melakukan wawancara. Tak ada salahnya Anda melakukan cara itu untuk mengetahui seperti apa orang-orang yang akan mengasuh anak.

Memang, tenaga profesional, seperti dokter atau psikolog, bisa membantu anak dalam berbagai hal. Pastinya, Anda akan merasa tenang jika anak terpantau dengan baik. Cari tahu juga apakah mereka juga stand by di tempat itu. Sehingga jika terjadi kondisi darurat, mereka ada di tempat.

Pilih yang punya program edukatif
Program daycare sangat variatif. Ini penting, mengingat anak mudah sekali bosan. Kalau kegiatan yang dilakukan monoton, bisa jadi anak jadi malas dan enggan dititipkan. Akan lebih baik jika daycare juga punya kegiatan edukatif. Misalnya, membuat mainan sendiri dari kaleng bekas, dan diajarkan mencintai lingkungan.

Hal positif yang mungkin terjadi, anak Anda bisa lebih mandiri, dan tidak gampang merengek. Di sana, mereka bisa bermain dengan teman dari berbagai usia dan mendapat pengawasan dari para pengajar. Stimulasi yang diberikan selama ini positif. Selain bermain, ada juga sesi mengasah kemampuan motorik halus, sehingga permainan lebih terarah untuk perkembangannya.


 





Follow Us

angket

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia