Toilet training girl vs. boys

Banyak mama berharap toilet training  (akhirnya!) berarti benar-benar bebas dari popok. Tapi, cara mengajari anak laki-laki ternyata beda, lho, dengan anak perempuan. Seperti siang dan malam. Memang, kedua jenis kelamin ini memulainya dengan duduk. Haya saja, banyak juga anak laki-laki yang memilih melakukannya sambil berdiri dan langsung “tembak”. Anak perempuan memang belajar lebih cepat, tapi ia masih harus belajar cara duduk yang benar plus membersihkan alat kelaminnya dengan bersih.

Inilah cara gampang melatih anak Anda baik perempuan maupun laki-laki:

Perempuan

Perlengkapan

Gunakan toilet khusus anak-anak. Otot-otot panggulnya akan rileks, karena kaki si kecil tetap menginjak lantai. Kalaupun memakai toilet orang dewasa, berikan bangku kecil sebagai pijakan.

Posisi

Minimalkan cipratan pipis atau pup dengan cara menempatkan bokong dan vagina benar-benar di atas toilet. Minta si kecil untuk duduk dengan kedua lutut terbuka lebar. Sepele memang, tapi ini akan membantu otot-otot panggulnya tetap rileks.

Taktik jitu

Ajarkan si kecil untuk membersihkan (atau menepuk-nepuk) alat kelaminnya dari arah depan ke arah belakang. Biarkan dia melihat Anda melakukannya dulu. Buat dia tetap asyik dan betah duduk berlama-lama dengan menaruh buku, sticker, atau memutar lagu favoritnya di dekat toilet.


Laki-laki

Perlengkapan

Biarkan dia menggunakan toilet khusus untuk pipis. Ini kalau dia tidak siap berdiri dan “menembak”. Kalau pup, bisa saja ia tetap memakai toilet itu atau Anda tambahkan saja dudukan pada toilet Anda (plus bangku kecil untuk pijakan kakinya).

Posisi

Minta si kecil mendorong penisnya lurus ke bawah sebelum dia duduk di atas toilet. Dengan begitu, cipratan pipisnya tidak kemana-mana. Bila ia memilih berdiri, pastikan posisinya sudah pas. Kedua kaki terbuka lebar, dan ia tepat di depan toilet.

Taktik jitu

Biarkan dia melihat ayahnya, atau tunjukkan bagaimana cara “mengarahkan” penisnya. Untuk membuktikan “tembakannya” sudah oke atau belum, ada beberapa cara mengetesnya. Jatuhkan beberapa cracker ke dalam toilet, lalu minta dia “menembaknya” dengan pipis. Beri dia stiker yang lucu begitu dia berhasil mengenainya. Jika ia pup, jangan lupa siapkan buku atau lagu-lagu di dekatnya. Jadi betah, deh.



   Komentar

  
200 karakter tersedia

** Dengan meng-klik tombol "kirim" berarti kamu telah menyetujui Privacy Policy & Disclaimer kami.
 
   Kirim ke Teman


 
200 karakter tersedia
** Jika sudah login, email akan terkirim dengan nama anda.
 



Home | Hamil | Bayi | Balita | Usia Sekolah (5-12) | Dunia Mama | Acara Parenting | Berlangganan | Privacy Policy & Disclaimer | Terms & Condition

2004 - 2014 Hak cipta oleh majalah Parenting
Dilarang menyalin/ mempublikasikan/meng-copy isi website tanpa seijin pihak Femina Group
Tampilan terbaik gunakan IE 7+ / Mozilla Firefox 3+