Bobo Dong, Sayang...

Sudah pukul 21.00, mata Rama (3 tahun) sudah mulai memerah, tapi gerakannya masih gesit saat mengajak susternya main lempar-lemparan bola. Nani, sang ibu, dari Pondok Indah berulang kali mengingatkan Rama untuk tidur, tapi jawaban si kecil selalu sama, “Aaa…sebentar lagi, dong, Ma.”

Pernah mengalami peristiwa serupa dengan si kecil Anda? Lama-lama, mungkin Anda  jengkel juga kalau dia tak kunjung mengindahkan peringatan Anda. Apalagi  susternya pun sudah  terlihat lelah dan mengantuk. Pasti bertambah pula kekhawatiran Anda, jangan-jangan si suster jadi kurang hati-hati saat menjaga si kecil.

Sabar, Ma. Jangan buru-buru ngomel panjang lebar atau menyerah untuk membantu si kecil segera merem dan menikmati waktu tidurnya. Mudah-mudahan tips ini berguna untuk Anda:

  • Temani anak sejenak (bukan susternya) sampai tertidur. Anak butuh rasa aman sebelum tidur. Meski Anda wanita karier yang sudah sangat lelah saat tiba di rumah, sempatkan untuk mengajak anak-anak ngobrol sebelum mereka terlelap.
  • Berikan cukup waktu bagi si kecil untuk menikmati saat-saat menyenangkan bersama Anda. Jika belum, cobalah lebih sering pulang kantor lebih awal. Jika Anda ibu rumah tangga yang sibuk, tinggalkan segala tetek bengek urusan rumah yang belum selesai, untuk benar-benar menikmati kebersamaan dengan anak. Rasa nyaman yang dirasakan si kecil niscaya akan menjadi ‘pil tidur’ yang mujarab.
  • Temukan kapan ia benar-benar lelah, dan kenali tanda-tanda ia siap untuk pergi tidur. Anak Anda mungkin memiliki kebiasaan mengusap-usap ujung bantal, mengelus-elus rambut Anda, mengelus ujung telinganya, atau bahkan mengambil posisi nungging.
  • Matikan lampu kamar yang terang, dan ganti dengan lampu tidur yang lebih temaram di sudut kamar.
  • Matikan TV di kamar bila masih menyala, suasana yang tenang akan mempercepat si kecil terlelap.
  • Setel lagu kesayangan anak bila waktu tidur yang Anda tentukan tiba. Ini bisa memberi sinyal padanya, hari sudah larut dan semua harus segera tidur.

Nah, bila ia tetap membandel dan tak juga kunjung tertidur, Anda mesti bertanya apakah tidur siangnya tadi terlalu lama. Jika waktu tidur siangnya teramat panjang dan dia baru bangun menjelang senja, pasti butuh waktu yang lebih lama hingga dia mengantuk lagi. Jadi, kali ini berikan saja toleransi padanya untuk tidur agak larut. Yang penting, ia memenuhi kebutuhan waktu tidurnya, yang setidaknya 8 jam itu.

 





Follow Us

angket

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia