Testimoni Mama: Pro dan Kontra Anak Tunggal



Dari sekitar 60 komentar yang masuk ke facebook Parenting Indonesia tentang pembahasan ini, sepertinya pendapat antara yang setuju dan tidak setuju punya anak satu cukup berimbang. Berikut adalah beberapa komentar mama:


“Saya lebih memilih satu anak saja agar lebih fokus pada kualitas kehidupannya. Saya dan suami mengurus sendiri anak kami dari lahir tanpa bantuan siapapun, rasanya sangat puas! Anak kami pun tumbuh sebagai pribadi yang ceria, easy going dan cerdas.” – Idda Simbolon


“Kami harus menabung untuk biaya pendidikan anak plus memikirkan kredit rumah yang baru jalan beberapa tahun. Long way to go… Jika menambah anak lagi, kami jadi harus memikirkan biaya dari sejak hamil sampai melahirkan, dll. Wah, nggak dulu, deh.” – Nilla Wahyuni


“Suami saya tadinya hanya ingin punya satu anak saja agar bisa total dalam pengasuhannya. Namun saya merasa kasihan jika kami nanti sudah tua, ia akan sendirian dan tak ada teman untuk berbagi. Karena itu, saat ini saya sedang mengandung lagi.” – Angelina Wulandari  


“Awalnya, suami saya ingin punya tiga anak, baru punya satu saja ia mengaku cukup berat merawatnya. Yang terberat adalah mendidiknya menjadi benar dan soleh, sementara kami sibuk bekerja. Jadi, bukan biaya yang kami takutkan, namun tanggung jawab ke Allah di hari akhir kelak.” – Doris Mey Siallagan 


“Sebagai anak tunggal, suami saya bilang ia sering merasa kesepian. Jadi, kami berdua pun sepakat untuk memiliki dua anak saja. Puji Tuhan sudah diberikan.” – Kartika Chandra

(Penulis: Cheryl Pricilla Bensa/foto: dok. Feminagroup)



   Komentar

  
200 karakter tersedia

** Dengan meng-klik tombol "kirim" berarti kamu telah menyetujui Privacy Policy & Disclaimer kami.
 
   Kirim ke Teman


 
200 karakter tersedia
** Jika sudah login, email akan terkirim dengan nama anda.