Melahirkan Lewat Waterbirth

Waterbirth adalah proses persalinan yang dilakukan di dalam air hangat. Pada saat di kandungan, bayi berada dalam air ketuban. Dengan melahirkan di dalam lingkungan yang sama, akan lebih nyaman bagi bayi, sekaligus menurunkan tingkat stres mama.

Apa keuntungannya?

  • Air bersifat menyejukkan, membuat nyaman, dan meningkatkan energi.
  • Daya apung mengurangi berat badan mama, memungkinkannya untuk bergerak lebih bebas. Juga akan menghasilkan kontraksi yang lebih efisien. Aliran darah pun akan mengalir lebih lancar.
  • Air dapat mengurangi hormon penyebab stres, dan membuat badan mama menghasilkan endorphin, peredam rasa sakit.

Jangan melakukan waterbirth jika....

  • Mama menderita herpes. Herpes sangat mudah ditularkan lewat air.
  • Bayi dalam posisi sungsang.  berkonsultasilah dulu dengan dokter.
  • Mama terdiagnosis mengalami pendarahan hebat dan infeksi kehamilan.
  • Bayi kembar, dalam kasus ini berkonsultasilah dengan dokter.

Apakah air hangat tidak berbahaya bagi kehamilan?
Tergantung dari temperaturnya. Jika air terlalu panas, dapat berisiko terjadinya dehidrasi bagi mama dan bayinya, juga dapat menaikkan suhu tubuh mama dan detak jantung bayi.  Jadi, pastikan temperatur air stabil di suhu 36 derajat C dan jumlahnya cukup. Sebaiknya sediakan air minum yang cukup dan kain dingin untuk menyeka muka dan leher mama, untuk mencegah mama mengalami dehidrasi.

Berapa lama bayi dapat bertahan di dalam air?
Di Amerika Serikat, biasanya bayi dikeluarkan dari air pada 10 detik pertama setelah kelahirannya. Langkah yang tepat dilakukan adalah mengangkat si bayi tanpa tergesa-gesa dan menidurkannya di gendongan mama.

 





Follow Us

angket

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia