Risiko Persalinan Lewat Waktu

Waktu lahir lewat waktu, apa risikonya?

Menurut dokter spesialis kandungan, dr. Boy Abidin, salah satu hal yang dikhawatirkan pada kehamilan lewat waktu adalah penuaan plasenta, di mana sel-sel plasenta menjadi rusak sehingga fungsinya sebagai media untuk menyalurkan nutrisi pun terganggu, dan menyebabkan janin kekurangan asupan oksigen dan nutrisi.

Akibatnya, pertumbuhan janin pun menjadi terganggu. Tak hanya itu, tubuh bayi pun akan menciut dan keriput akibat hilangnya sejumlah lapisan lemak di kulitnya. Tapi, bisa juga sebaliknya, fungsi plasenta masih bagus dan dapat menyalurkan nutrisi dengan baik. Jika ini yang terjadi, bayi bisa mengalami makrosomia atau lahir dengan berat badan di atas 4 kg.

Hal lain yang dikhawatirkan pada kehamilan lewat waktu adalah, pencernaan janin sudah mulai memproduksi kotoran (mekonium) yang berwarna hijau. Hal ini akan memengaruhi cairan ketuban di dalam rahim, di mana cairan ketuban
berubah menjadi kental dan berwarna hijau pekat. Cairan ketuban ini dapat terisap masuk ke dalam pernapasan bayi dan menyebabkan bayi mengalami gangguan pernapasan ketika lahir.

Adakah dampak kehamilan lewat waktu untuk mama? Tentu saja. Ketika bayi tak kunjung lahir, padahal tanggal perkiraan persalinan sudah lewat, mama pasti akan merasa cemas dan bertanya-tanya apakah ada yang salah dengan janin dan kehamilannya. Rasa cemas ini akan memicu stres yang secara tak langsung berdampak pada proses persalinan, misalnya persalinan menjadi lebih lama, dan tekanan darah meningkat. 

 





Follow Us

angket

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia