Anak Sering Bermusuhan dengan Teman

Bagaimana pun, pertemanan dan permusuhan merupakan variasi dari sosialisasi anak. Ia akan menampilkan kedua hal ini dengan variasi yang berbeda-beda. Variasi tersebut bisa berupa perbedaan perilaku, frekuensi, dan durasi permusuhan. Beberapa variasi perlu mendapat perhatian khusus dari orang tua, yakni perilaku agresif yang muncul ketika bermusuhan dengan teman (misalnya, mengucapkan kata-kata kasar, memukul, menendang, menggigit, mengucilkan seseorang, dan berbagai perilaku lain yang bertujuan untuk menyakiti orang lain), frekuensi permusuhan yang terlalu sering (seperti setiap hari atau 2 - 3 kali dalam seminggu bisa disebabkan anak sulit beradaptasi dengan lingkungan dan temannya atau conflict resolution anak kurang baik sehingga sering muncul pertengkaran akibat penyebab yang sangat remeh sekalipun), serta durasi permusuhan yang panjang (durasi tersebut bisa menunjukkan tingkat keparahan kerusakan sebuah pertemanan).

Permusuhan yang muncul pada usia ini juga bisa karena instabilitas hormon yang dialami anak. Ia masih menyesuaikan diri dengan perubahan fisik dan hormon yang membuatnya merasa tidak nyaman dan menjadi sensitif pada hal-hal yang terjadi di lingkungannya, termasuk pertemanan. Apa yang bisa dilakukan? Anda bisa mendiamkan permusuhan yang terjadi pada anak yang tidak berbahaya (tidak melibatkan perilaku agresif atau menyakiti salah satu dari kedua anak yang bermusuhan). Diharapkan ia mencoba-coba berbagai jalan keluar untuk kembali berteman dengan teman atau saudaranya. Selain itu, Anda bisa melakukan pembicaraan bersama dengan anak, yakni membantunya untuk mencari jalan keluar). 

Jangan lupa, Anda harus bersikap adil, menjadi model yang baik (seperti berdiskusi atau mengajak lawan konflik berbicara dan bukan menampilkan perilaku agresif), dan  mengajarkan anak untuk berempati pada teman. Jika pertengkaran terus berlanjut, sebaiknya bawa anak ke psikolog agar diketahui alasan yang mendasari permusuhan yang dirasakan oleh anak.

 





Follow Us

angket

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia