Mimpi basah



“Waktu itu aku ingatnya mimpi enak dengan cewek gitu, deh. Tahu-tahu, waktu bangun celanaku basah. Tapi bukan pipis, lho! Aku kan udah gede, nggak ngompol lagi.” kata Kevin, 12 tahun, sambil tersipu-sipu malu. Siswa kelas 6 SD ini baru saja ditanya soal pengalamannya mimpi basah.
   
Mimpi basah menandakan seorang anak laki-laki sudah beranjak remaja, sama seperti menstruasi pada anak perempuan. Bedanya, semua anak perempuan pasti mengalami, tapi anak laki-laki tidak semuanya melewati mimpi basah ini.
   
Kebanyakan anak merasa malu untuk mengakui dan membicarakan tentang mimpi basah mereka. Semua tergantung pada kedekatan dan keterbukaan anak dengan orangtua masing-masing, khususnya untuk bicara tentang hal-hal yang berhubungan dengan seksualitas. Tentu saja anak yang bisa leluasa bicara atau bertanya tentang mimpi basah ini pada orangtua mereka sendiri akan melewati masa awal remajanya dengan baik.
   
Nah, apa yang sebaiknya Anda lakukan jika suatu hari si buyung kedapatan baru saja mengalami mimpi basah? Langkah-langkah sebagaimana yang dikemukakan psikolog Lawrence Kurtner, “Look for ways to celebrate the changes they’re undergoing without embarrassing them” berikut ini mungkin dapat membantu Anda:

Jaga sikap Anda agar tetap tenang dan santai karena anak yang belum tahu apa yang ia alami akan merasa cemas dan malu. Jadi, kepanikan ataupun kemarahan Anda sama sekali tidak ada gunanya.

Jelaskan pada anak apa yang ia alami. Tekankan hal itu wajar, dan juga dialami oleh sebagian anak-anak lain seusianya. Akan lebih baik jika kesempatan bicara ini dilakukan oleh anak dan ayahnya sebagai sesama lelaki. Jika Anda orangtua tunggal, Anda bisa minta bantuan pihak lain untuk menjelaskan pada anak, seperti saudara dekat laki-laki atau dokter anak langganan Anda.

Berbagi ingatan tentang pengalaman yang sama (khusus bagi ayah), akan membantu anak untuk memahami dan menyikapi apa yang dialaminya bukan sebagai suatu yang aneh dan memalukan.

Hindari menjadikan bahan olokan, misalnya “Ih, gede-gede kok, ngompol” atau “Cieee... anak mama sudah mulai suka sama cewek, nih!”



   Komentar

  
200 karakter tersedia

** Dengan meng-klik tombol "kirim" berarti kamu telah menyetujui Privacy Policy & Disclaimer kami.
 
   Kirim ke Teman


 
200 karakter tersedia
** Jika sudah login, email akan terkirim dengan nama anda.