Saat Kakak Cemburu pada Adik

Banyak orang tua mengira, beda usia yang jauh bisa memperkecil persaingan kakak-adik (sibling rivalry). Nyatanya, apa yang terjadi tidak selalu demikian.

Setidaknya, itulah pengalaman Aireen dari Pejompongan, Jakarta, dengan kedua buah hatinya, Serra (12) dan Calvin (7). Beda usia lima tahun ternyata tidak cukup jauh untuk membuat si kakak terbebas dari rasa iri terhadap adiknya.

Suatu hari, misalnya, protes tak terduga benar-benar terlontar dari bibir Serra ketika ia melihat adiknya bermanja-manja pada sang mama, “Mama lebih sayang adik!”

Rasa cemburu kakak adik memang selalu bisa terjadi pada dua bersaudara dengan rentang usia berapapun. Kakak yang lebih tua akan lebih bisa memahami adik, nyatanya lebih sering hanya merupakan harapan orangtua.

Sudut pandang anak ternyata tidaklah demikian. Kecemburuan kakak yang berusia jauh lebih tua bahkan kadang-kadang bisa lebih mendalam. Berikut beberapa saran mengatasinya:

- Arahkan kakak untuk ikut bertanggung jawab pada adiknya tanpa membuatnya terbebani. Biarkan ia ikut menghibur ketika adiknya menangis karena terjatuh, mengajari ketika adiknya belum bisa bermain game tertentu, membantu mencari buku gambar adiknya yang lupa diletakkan di mana, atau sekadar mengingatkan adiknya ketika tiba saatnya untuk belajar dan membuat PR.

- Dengarkan keluhan kakak kalau adiknya memang melakukan sesuatu yang membuatnya kesal. Jangan buru-buru memotong dengan mengatakan bahwa adiknya masih kecil. Kalau adik membuat kamar kakak berantakan, bantulah kakak membereskan kembali kamar itu, dan ajak adiknya ikut pula membantu.

- Sesekali tetap beri kakak pelukan dan ciuman. Jangan pernah menganggapnya terlalu besar untuk pelukan dan ciuman Anda, karena bila Anda hanya memberikan hal itu untuk adiknya, diam-diam ia akan menganggap Anda lebih sayang pada adiknya dan tidak lagi sayang padanya.

Sementara itu, terapkan nilai-nilai dan tetap berikan peraturan maupun batasan-batasan agar anak selalu saling menyayangi, tidak mengalami pertengkaran yang sampai meruncing, dan tidak saling mengolok-olok satu sama lain.

Baca juga: Latih Kakak Mengasuh Adik



   Komentar

  
200 karakter tersedia

** Dengan meng-klik tombol "kirim" berarti kamu telah menyetujui Privacy Policy & Disclaimer kami.
 
   Kirim ke Teman


 
200 karakter tersedia
** Jika sudah login, email akan terkirim dengan nama anda.
 



Home | Hamil | Bayi | Balita | Usia Sekolah (5-12) | Dunia Mama | Acara Parenting | Berlangganan | Privacy Policy & Disclaimer | Terms & Condition

2004 - 2014 Hak cipta oleh majalah Parenting
Dilarang menyalin/ mempublikasikan/meng-copy isi website tanpa seijin pihak Femina Group
Tampilan terbaik gunakan IE 7+ / Mozilla Firefox 3+