5 Penyakit yang Diwariskan Orang Tua


Senang rasanya melihat si kecil mewarisi rupa Anda dan pasangan. Namun, Anda juga harus tahu bahwa anak tidak hanya mewarisi fisik Anda saja, tetapi juga kondisi kesehatan Anda dan pasangan. Kondisi kesehatan yang diturunkan oleh Anda maupun pasangan bisa timbul dari kombinasi genetik dan pengaruh lingkungan. Berikut ini adalah 5 kondisi kesehatan yang terdapat pada anak, yang diwariskan oleh orang tua nya:

1. ALERGI
Kemungkinannya adalah 50-50 anak bisa terkena, jika Anda dan pasangan menderita alergi. Bila Anda berdua alergi, kemungkinan anak mengalami alergi menjadi lebih besar lagi. Tetapi, belum tentu anak memiliki alergi pada hal yang sama dengan Anda.

Tanda-tanda:
Sering pilek, sinus atau infeksi telinga, mata gatal, timbul ruam, atau ada bintik-bintik merah yang membuat gatal, dan batuk kronis, bisa jadi pertanda utama bahwa anak menderita alergi.

Penanganan:
Kalau ada salah satu gejala di atas muncul, segera beri tahu dokter anak. Pada kasus ringan, dokter mungkin akan menyarankan minum obat. Jika anak menunjukkan gejala yang berat, dokter akan meminta anak menjalani tes alergi, entah itu ditusuk pada kulitnya atau tes darah. Bila diperlukan, pengobatan lain dan suntikan alergi akan membantu anak.

2. SINDROMA IRITASI USUS
Mereka yang menderita penyakit ini memiliki kemungkinan mempunyai anak dengan gejala yang sama hingga dua kali lipat. Anak dengan kondisi kolik yang orang tuanya menderita sindroma iritasi usus atau refluks lebih mudah sakit dibandingkan dengan bayi lain.

Tanda-tanda:
Sering sakit akibat kram perut atau secara bergantian mengalami sembelit atau diare. Sindroma ini biasanya dialami anak pada usia sekolah, namun pertandanya, seperti kolik, bisa muncul pada usia yang lebih dini. Faktor emosi juga berperan besar.

Penanganan:
Jika Anda menduga anak mengalami gejala tersebut, bawalah ke dokter anak agar tidak terjadi sesuatu yang lebih serius, seperti radang usus. Bila gangguan yang dialami anak ternyata sindroma iritasi usus, hal ini bisa diatasi dengan mengubah pola hidup, seperti menghindari makanan pemicu, menambahkan probiotik (bakteri baik), dan menghindarinya dari stres.

3. MASALAH PENGLIHATAN
Rabun jauh, buta warna, dan mata malas adalah masalah mata yang sering diwariskan. Jika kedua orang tua rabun jauh, kemungkinan anak mengalaminya sekitar 25-30%. Anak perempuan hanya berfungsi sebagai pembawa dan meneruskan gen buta warna. Anak laki-laki lah yang akan mengalami buta warna warisan dari orang tua. Jika Bunda adalah pembawa gen, ada kemungkinan 50% anak laki-lakinya menjadi buta warna.

Tanda-tanda:
Bila anak mengeluh sakit kepala, sering juling, atau mengeluarkan air mata terutama saat membaca, nonton TV, atau setelah sekolah, sebaiknya segera periksakan matanya. Jangan terlalu khawatir, bila mata anak juling, karena kebanyakan anak mengalaminya pada beberapa bulan pertama kehidupannya. Namun jika juling anak Anda diikuti dengan ukuran biji mata yang berbeda, segera konsultasi dengan dokter.

Penanganan:
Masalah penglihatan memang menurun dalam keluarga, jadi ada baiknya mulailah memeriksakan mata anak Anda ke dokter mata anak sejak usia 1 tahun.

4. EKSIM
Eksim sebenarnya salah satu jenis reaksi alergi. Kondisi ini sering mengejutkan orang tua, apalagi jika keduanya tidak mengalaminya. Meski begitu, eksim memiliki beberapa pemicu yang spesifik, seperti lingkungan yang kering dan dingin, serta makanan yang berisiko tinggi menimbulkan alergi, seperti olahan susu dan telur.

Tanda-tanda:
Kulitnya kering dan gatal-gatal, atau muncul area berwarna merah dan kasar pada pipi, bagian dalam siku, dan bagian belakang lutut. Ketika gangguan semakin parah, gelembung-gelembung kecil berisi air bisa terbentuk.

Penanganan:
Pastikan dengan membawa anak ke dokter, dan lakukan perawatan rutin untuk mencegah gelembung tersebut pecah. Untuk mengurangi gatal-gatal dan timbulnya peradangan, dokter mungkin akan meresepkan krim steroid yang dioleskan.

5. MIGRAIN
Sakit kepala yang membuat anak merasa lemas ini sering diturunkan. Anak memiliki sekitar 50% kemungkinan untuk mengalaminya, jika salah satu orang tua menderita migrain, dan kemungkinan akan lebih tinggi, bila kedua orang tua mempunyai penyakit migrain.

Tanda-tanda:
Gejala sering diikuti dengan kombinasi nyeri di kepala yang berdenyut-denyut (biasanya di bagian depan atau samping kepala), mual atau muntah, serta peka terhadap sinar atau suara.

Penanganan:
Cari pemicu utama penyakit ini. Khusus anak, penyebab utamanya adalah kelelahan, beraktivitas berlebihan, perubahan rutinitas, mengonsumsi beberapa jenis makanan, serta kafein. Mulai atur asupan makanan dan batasi kegiatannya.

(FAR/IS)

Baca juga:
Cegah Anak Tertular 10 Penyakit dalam 5 Menit

 





Follow Us

angket

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia