Ajarkan Anak Mandi Sendiri








Tinggal di negara beriklim tropis membuat kita terbiasa melakukan berbagai aktivitas di bawah hangatnya sinar matahari dengan kelembapan udara tinggi. Akibatnya, kotoran dari keringat dan debu mudah menumpuk bila tidak rajin dibersihkan. Tubuh yang tidak rajin dibersihkan amat berisiko terserang berbagai jenis penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur, virus, dan bakteri.

Cara membersihkannya:
Biasakan anak untuk menepati jadwal mandi 2 kali sehari (bisa lebih jika ia banyak berkeringat dan amat aktif melakukan berbagai aktivitas fisik). Jika mau, gunakan air hangat yang secara bertahap dikurangi kadar kehangatannya untuk membiasakan si kecil mandi dengan temperatur air yang berbeda-beda. Ini berguna jika kelak Anda mengajaknya bepergian ke tempat yang memiliki keterbatasan dari segi akomodasi. Bagi Anda yang sudah punya anak praremaja, pertimbangkan penggunaan deodorant (yang diproduksi khusus untuk anak seusianya) guna mengantisipasi aroma tubuh menyengat yang mulai hadir pada masa puber.

Ayo, latihan!
Anak yang duduk di bangku Taman Kanak-Kanak biasanya sudah mulai tertarik untuk melakukan berbagai hal secara mandiri—termasuk mandi sendiri. Bimbing dia membersihkan tubuhnya dengan cara mengawasinya ketika mandi. Ingatkan anak untuk membasuh daerah lipatan kulit (leher, ketiak, selangkangan, belakang lutut) yang menjadi tempat berkumpulnya keringat. Agar lebih bersih (dan lebih fun!), izinkan ia menggunakan peralatan mandi milik Anda, yakni sabun cair dengan beraneka jenis ke
haruman. Sesekali, boleh juga, kok, membawa serta mainan (boneka, mobil-mobilan, dinosaurus) untuk ikut mandi bersama Anak.

Foto : TPG News

 

Follow Us

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia