Alasan Anak Perlu Cukup Asupan Garam


Siapa pun tahu bahwa kelebihan garam berakibat buruk pada kesehatan. Itu sebabnya, banyak mama yang membatasi konsumsi garam pada anaknya, bahkan meniadakannya sama sekali. Padahal, garam merupakan salah satu penyedia mineral sodium. Studi yang dipublikasikan dalam jurnal The Lancet menemukan bahwa asupan sodium yang rendah menyebabkan seseorang berisiko mengalami serangan jantung, stroke, atau gagal jantung di kemudian hari.

Meski konsumsi berlebihan dapat menyebabkan masalah kesehatan, garam sebaiknya tidak dihilangkan sama sekali dari konsumsi harian anak. Mengingat sodium (salah satu mineral kandungan utama garam) adalah mineral penting untuk tubuh yang tidak dapat dipenuhi sendiri oleh tubuh dalam jumlah yang cukup, sehingga kebutuhannya harus dipenuhi dari makanan.

Sodium membantu tubuh anak agar bisa berfungsi dengan baik, misalnya memungkinkan otot dan saraf berfungsi dengan benar. Sodium juga berguna untuk mengatur keseimbangan cairan dalam tubuh, serta mempertahankan volume dan tekanan darah yang tepat. Ada alasan mengapa orang tua begitu ketat menerapkan aturan soal garam pada anak. Data menunjukkan bahwa sekitar 70 persen dari asupan sodium berasal dari makanan olahan, yang sebenarnya merupakan makanan tidak sehat yang harus dibatasi konsumsinya oleh anak.

Jadi, bukan garam yang harus dihindari oleh anak, melainkan makanan olahan yang mengandung terlalu banyak sodium. Selain terdapat pada garam, sodium sebenarnya juga bisa didapat dari ikan laut. Seimbang adalah kata yang paling tepat. Jangan mengonsumsi terlalu banyak dan jangan juga terlalu sedikit. Dapatkan sodium dari makanan segar dan garam secukupnya, bukan dari makanan olahan yang memungkinkan anak kelebihan mineral yang satu ini. (foto: 123rf)

 





Follow Us

angket

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia