Anak Gemar Main Dokter-dokteran

Anak-anak sangat suka bermain peran atau bermain pura-pura. Salah satu permainan peran yang paling disukai anak-anak adalah bermain dokter-dokteran. Segala isi kotak P3K mulai dari kapas, plester, obat merah, sampai termometer, digunakan anak untuk bermain dokter-dokteran. Bahkan terkadang, alat rumah tangga pun bisa digunakan anak untuk dijadikan seakan-akan alat kedokteran.

Jika anak sangat menyukai permainan dokter-dokteran, tak ada salahnya, lho, Ma, membelikannya seperangkat alat kedokteran mainan. Hal ini dapat membantunya lebih mendalami karakter sebagai dokter. Selain itu, ternyata bermain dokter-dokteran memiliki dampak positif bagi anak, lho, Ma! Di antaranya adalah:

1.    Mengalami dan bercita-cita menjadi dokter.
Saat anak sedang bermain dokter-dokteran, cobalah tanyakan padanya apakah ia ingin benar-benar menjadi dokter ketika besar nanti. Jika ia terus mengiyakan, kepercayaan dirinya akan terus bertambah dan ia akan terdorong untuk mencapai profesi impiannya.

2.    Membantunya lebih tenang saat ke dokter.
Bermain dokter-dokteran dapat membantu anak lebih tenang dan nyaman saat harus ke dokter, sekalipun biasanya ia tidak takut saat harus ke dokter. Coba temani anak saat bermain peran dokter dan arahkan percakapan dan tindakannya seperti yang dilakukan dokter sungguhan. Hal ini dapat membuatnya menyadari bahwa dokter adalah “teman” sehingga ia tak perlu takut saat diperiksa. Anakpun akan lebih kooperatif saat harus minum obat, atau disuntik, atau membersihkan luka.

3.    Membuatnya lebih  memahami skenario medis.
Melalui permainan peran dokter, anak secara tidak sadar sedang belajar tidak panik apabila sewaktu-waktu temannya ada yang terluka ataupun sakit. Bahkan, anak bisa membantu mengobati luka, mengompres, mengukur suhu tubuh, dan sebagainya.

4.    Melatih kemampuan komunikasi.
Skenario pura-pura membuat kita lebih mengerti tingkah laku anak pada sebuah situasi. Berbicara pada “pasien” dan menyebutkan apa-apa yang harus dilakukan pasiennya melatih kemampuan ia berkomunikasi dengan lebih baik dan terperinci.

5.    Membantu menambah kosakata.
Ketika membelikan anak Anda satu set peralatan kedokteran, beri tahu ia nama masing-masing alat dan kegunaannya. Saat bermain, ia akan menggunakan nama-nama alat tersebut.

6.    Melatih kemampuan menulis dan mengeja.
Saat bermain dokter-dokteran bersama anak, minta ia menuliskan “resep dokter”. Minta ia menuliskan nama lengkapnya dengan embel-embel “dr.” di depan namanya. Ajarkan juga cara mengeja apa yang ditulisnya.

7.    Mengajarkan anak empati pada orang sakit.
Bermain dokter-dokteran mengajarkan anak agar lebih perhatian dan sensitif pada kebutuhan orang sakit. Selain itu, ini menjadi kesempatan bagi Anda untuk memberitahu perilaku yang tepat saat berhubungan dengan orang sakit sehingga anak bisa terinspirasi untuk menolong orang lain.

 

Follow Us

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia