Anak Balita Mulai Terlihat Cuek, Atasi dengan 9 Cara Ini


Ada kalanya ketika Anda mengajak bicara, balita seakan berada di dalam gelembung yang menghalangi suara Anda masuk ke telinganya. Ia malah asyik sendiri dengan dunianya. Bisa jadi Anda beranggapan anak mulai membandel. Benarkah?
 
Hal normal
Menurut Alison Steier, Ph.D., Direktur Klinik Perkembangan Anak Usia Dini di Arizona Institut, Phoenix, AS, kemampuan memilah-milah hal yang tepat untuk didengar sudah dimiliki anak pada usia 1-2 tahun.

Kendati demikian, anak pada usia ini bisa sangat fokus pada hal-hal yang dikerjakannya dibandingkan hal lain yang terjadi di sekitarnya. Mereka juga mengembangkan kesadaran tentang diri sendiri dan tanpa disadari mengabaikan orang tua.
 
Meskipun begitu, bukan berarti Anda tidak bisa ‘memodifikasi’ anak agar lebih responsif terhadap pesan atau perintah yang Anda sampaikan. Jerry Wyckoff dan Barbara Unell dalam bukunya Discipline Without Spanking or Shouting, mengatakan bahwa orang tua perlu melakukan penyesuaian terhadap kondisi pertumbuhan mental dan kognitif anak.

Begini caranya:
 
1. Rebut perhatian anak. Jangan mengatakan sesuatu dari jarak jauh. Mendekatlah pada anak, dan sentuh ia sehingga ia memperhatikan Anda bicara.
 
2. Berdiri sejajar. Pastikan Anda dan si kecil melakukan kontak mata saat Anda bicara. Gendong anak, atau justru Anda berjongkok. Cara ini membuat anak tahu bahwa Anda akan mengatakan hal penting. Di sisi lain, Anda bisa segera tahu ia paham ucapan Anda atau tidak.
 
3. Perintah jelas, sederhana dan mengacu pada kondisi saat ini. Anak usia ini belum mampu mengantisipasi peristiwa yang akan datang. “Ayo pakai sepatumu, kita pergi,” lebih mudah dipahami daripada, “Sebentar lagi kita akan pergi, pakai sepatumu.”
 
4. Pesan tegas, sebaiknya tidak mengandung pilihan agar anak paham reaksi yang diinginkan darinya. “Saatnya tidur, kamu harus berhenti bermain,” lebih mudah dipahami daripada, “Sudah waktunya tidur, bisa berhenti bermain?”
 
5. Realistis. Ingat selalu bahwa balita Anda masih dalam proses perkembangan kemampuan mental dan kognitif. Sesuaikan pesan dan perintah Anda dengan perkembangannya. “Setelah main, bereskan lagi mainannya, ya sayang,” adalah pesan manis yang membingungkan anak. Coba ganti dengan, “Masukkan kembali mainanmu ke dalam kotak setelah main,” anak Anda akan paham dan patuh.
 
6. Penguatan pesan. Sangat disarankan menindaklanjuti ucapan Anda dengan pesan lain sebagai penguatan, misalnya: “Sekarang saatnya tidur!” kemudian baringkan anak di tempat tidur, lalu selimuti ia, atau matikan lampu kamar sesuai kebiasaannya. Cara ini membuat anak tahu bahwa Anda bersungguh-sungguh.
 
7. Memberi waktu dan peringatan. Beri petunjuk pada anak sebelum sesuatu terjadi, terlebih ketika ia sedang asyik bermain. Beberapa saat sebelum berangkat, Anda bisa membuat kesepakatan dengannya, “Kalau Bunda panggil, berarti kita akan pergi. Jadi segera berhenti bermain, ya.”
 
8. Memotivasi. Pastikan pesan atau perintah Anda tidak membuat anak kesal. Menyampaikan perintah dengan berteriak bisa jadi efektif, tetapi si kecil dan Anda tidak nyaman dengan prosesnya, bukan? Cobalah menyampaikan pesan disertai motivasi, “Selesai sikat gigi, kamu boleh memilih sendiri baju tidur malam ini.”
 
9. Konsisten. Anak selalu menjadikan orang tua sebagai role model. Seringkali kita lupa ini. Jika Anda ingin anak melakukan pesan atau perintah Anda segera, Anda perlu melakukan hal yang sama. Saat Anda mengatakan bahwa hanya sebentar masuk ke sebuah butik, pastikan waktunya benar-benar sebentar agar anak tak berpikir Anda bisa membengkokkan kesepakatan semau Anda.

Hindari Ini!
Janji tak jelas. “Sebentar”, “nanti” “beberapa saat lagi” adalah konteks waktu yang abstrak bagi balita. Jadi, gunakan patokan lain yang lebih bisa dipahaminya, seperti: setelah iklan di tv selesai atau setelah memutari toko 1 kali.

Multitasking. Sama seperti Anda, anak juga butuh perhatian penuh dari orang tua saat ia bicara. Hentikan semua kegiatan saat anak bicara, jangan asyik dengan smartphone atau membalas WA. Jika anak mulai bicara saat Anda sedang melakukan hal lain, minta ia menunggu hingga Anda menyelesaikan aktivitas. Jangan berlama-lama, selesaikan segera dan dengarkan si kecil.

Mengulang-ulang pesan. Ini bukan cara efektif agar anak paham pesan dan perintah Anda. Simpan energi Anda dan si kecil dengan mengatakan sebuah pesan sederhana yang langsung meminta ia melakukan sesuatu. (Dok. FG/Irma Purnamasari)

Baca juga:
Menghadapi Anak Cuek


Foto: 123rf

 

Edisi Terbaru

Family Holiday

Follow Us

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia