Anak Belajar Bahasa Lewat 6 Permainan Ini


Melalui enam permainan ini anak bisa berlatih meningkatkan kemampuan bahasanya:
Lagu Konyol
Usia 2 – 3 tahun
Katakan pada anak kalau Anda mengalami kesulitan untuk mengingat kata-kata yang pas untuk lagu yang sudah dikenalnya. Bisakah ia membantu? Lalu, nyanyikan lagu tersebut dengan mengganti satu kata. Misalnya, “Topi saya lurus.” Tunggu sampai anak tertawa dan mengoreksi Anda. Nah, langkah berikutnya adalah membedakan suara dalam lagu. Ajak ia bermain dengan kata-kata yang berima: “Kopi saya bundar.”

Boks Kata-kata
Usia 3 – 5 tahun
Kebanyakan anak prasekolah bisa ‘membaca’ nama sereal favoritnya, menurut Malia Hollowell, guru TK yang juga blogger pada playdoughtoplato.com. Hiasi kotak sepatu dan jadikan boks “Kata-kata yang Sudah Bisa Saya Baca!” Berburulah kata-kata di dapur dan kotak mainannya. Perhatikan nama-nama toko atau restoran yang anak sukai. Gunting atau tulislah kata-kata tersebut pada kartu untuk menambah perbendaraan katanya. Jika Anda perhatikan lagi, Anda pasti takjub begitu mengetahui berapa banyak kata yang anak sudah bisa baca.

Berburu Harta Karun
Usia 3 – 5 tahun
Masukkan permen atau mainan dalam ‘kotak harta karun’ dan sembunyikan di dalam rumah atau halaman rumah. Buatlah berbagai gambar simpel sebagai petunjuk (tanaman, sofa, kursi anak, atau benda lain di rumah). Bisa juga, Anda menggunting gambar tersebut dari majalah. Mulailah berburu harta karun berbekal petunjuk-petunjuk yang ada. Anak akan mengikuti instruksi yang ada untuk menemukan harta karun. Cara ini akan merangsang pendengaran dan keterampilan untuk mengikuti instruksi, yang akan membantu anak di kelas kelak. Plus, Anda akan mendorong anak untuk mencari solusi dari masalah yang dihadapinya. Sebagai variasi, tulislah beberapa petunjuk yang akan Anda bacakan pada anak, mulai dari perintah yang mudah (“Saya mencuci piring”) hingga yang lebih sulit (“K untuk kamar. Saya pergi ke kamar”).

Cerita Lagi
Usia 4 – 5 tahun
Ceritakan anak sebuah cerita, lalu katakan padanya untuk mendengarkan dengan saksama. Lalu, lihatlah apakah ia bisa menceritakan kembali dengan bonekanya. Variasi lain: bacakan sebuah buku tanpa memperbolehkan dia melihat gambar-gambarnya. Setelah Anda selesai bercerita, berikan beberapa lembar kertas dan minta dia untuk menggambar sesuai cerita tadi. Bandingkan gambar anak dengan gambar yang ada di buku. Guru-guru TK selalu mengatakan bahwa mengembangkan rentang konsentrasi adalah penting.

Toko Abjad
Usia 2 – 5 tahun

Lihat majalah bersama anak, bantu dia menemukan dan menggunting huruf-huruf kapital yang ada. Tempelkan huruf tersebut pada beberapa wadah kecil atau kotak kemasan kosong. Berikan dia tas belanja, letakkan wadah dan kotak kemasan di atas meja, serta minta ia berbelanja huruf. Setelah itu, bergantilah posisi dan ia menjadi manajer toko, yang membantu Anda menemukan huruf yang akan Anda beli. Ketika anak sudah mahir, Anda bisa mulai memberi nama barang yang akan dibeli, dengan memintanya mencari huruf pertama dari kata ‘brokoli’ atau ‘keju’. “Banyak anak kecil senang berbelanja, sehingga permainan ini pasti jadi favoritnya,” kata psikolog perkembangan, Betty Bardige, Ed.D., penulis Your Child at Play. Begitu anak menemukan suatu huruf, ia akan menemukannya lagi di mana-mana.

Kamera Berburu Huruf
Usia 4 – 5 tahun

Ambil kamera atau handphone Anda. Cari berbagai objek berbentuk seperti suatu huruf, misal ‘Y’ untuk dahan pohon, dan bantu anak memotretnya. Permainan ini akan merangsang keterampilan berkomunikasi anak sekaligus mengenali berbagai bentuk huruf. Menurut Bardige, “Beberapa anak akan menemukan huruf ‘P’ pada rambu parkir ketimbang sesuatu yang berbentuk huruf P, namun itu tidak apa-apa, kok. Anda bisa menjadikannya sebagai patokan dan mencari berbagai contoh huruf yang menarik bersama.” Begitu seluruh abjad ketemu, cetak foto-foto itu, tempelkan di buku khusus.

Acak-acak Huruf
Usia 3 – 5 tahun

Potong 8 huruf besar yang terbuat dari styerofoam atau karton tebal. Minta anak menelusuri setiap huruf tadi selama beberapa kali, lalu tempelkan pada taplak plastik yang dibentangkan di atas lantai. Sebutkan suatu huruf, dan tantang anak untuk berlari menuju huruf tersebut. Variasi lain: minta dia melompat-lompat ke huruf yang tepat. Setelah anak mengenali kelompok huruf tadi, tempelkan kelompok huruf yang baru pada taplak tersebut. Untuk meningkatkan kemampuan mendengarnya: Teriakkan suatu kata dan minta dia berlari menuju huruf pertama kata tersebut. (foto: fotosearch)

 





Follow Us

angket

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia