Anak Berusia 3 Tahun? Kenali Tanda-tanda Threenager!


Threenager
adalah istilah untuk menggambarkan anak usia tiga tahun yang bertingkah seperti seorang remaja 13 tahun. Mereka punya sikap yang cepat berubah, keras kepala, dan menginginkan segala sesuatu… saat itu juga. Tiba-tiba mereka merasa seperti remaja yang memiliki kebebasan untuk menentukan apa yang mau ia kerjakan dan apa yang tidak. Kadangkala pendapat mereka disertai teriakan dan tangan di pinggang.

“Suatu hari saya menghidangkan roti berbentuk hati untuk sarapan anak saya. Ketika anak saya melihatnya, ia bilang tidak mau bentuk hati, melainkan bentuk bintang. Lalu saya membuat yang baru dan mengeluarkan cetakan bintang. Baru saja cetakan saya tekan di atas roti, ia berteriak ‘Kotak aja deh, Ma!’. Saya geram sekali,” ujar Adis (32), saat menceritakan tentang putri tiga tahunnya, Lanabel.

Lain pula cerita Citra (30) dan putranya Darren. Beberapa minggu setelah ulang tahun Darren yang ketiga, Citra melihat kebiasaan baru. Ketika diminta membereskan mainan, Darren langsung berkata, “Nggak mau, ah!” Begitu juga saat disuruh mandi, makan, dan aktivitas lain selain bermain. Terkadang ia bahkan membaringkan dirinya di lantai, menutup mata, memberatkan tubuhnya seakan-akan tak bertulang, sehingga Citra kesulitan mengangkatnya.

Selain pura-pura mati seperti yang dilakukan Darren, anak-anak usia tiga ini juga suka berlari menjauh saat Anda menyuruh mereka melakukan aktivitas yang menurut mereka tidak penting. Misalnya, saat Anda ingin memakaikan baju atau memanggil mereka untuk meninggalkan playground. Tiba-tiba saja Anda harus berlatih kardio untuk mengejar mereka. Mereka menjadi tidak sabaran dan jago bernegosiasi (mudah mudahan kelak bisa menjadi pengacara ulung). Jika saya panggil Leandra untuk mandi, dia akan menjawab, “Lima menit lagi”. Jika saya memperbolehkannya memakan satu bar cokelat, ia akan bernegosiasi untuk mendapatkan dua atau tiga bar, dengan kalimat, “Boleh satu lagi? Pleaseee…”.

Menurut psikolog dari Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta, Nessi Purnomo, pada prinsipnya anak usia tiga ingin menunjukkan bahwa ia (berpikir) bisa melakukan banyak hal sendiri. Setelah dua tahun merasa bergantung pada orang tua dalam melakukan apa-apa, kini saatnya ia ‘meneriakkan’, “Aku bukan anak kecil lagi! Aku sudah besar! Aku bisa sendiri!”. Itulah sebabnya mereka merasa pendapat mereka penting untuk Anda dengarkan. Masalahnya, orang tua sering melihat apa yang mereka lakukan atau inginkan tidak pas dengan keinginan orang tua. Inilah yang menyebabkan orang tua dan anak jadi ribut.

 
Masih tidak yakin apakah anak Anda yang berusia tiga tahun seorang threenager? Coba cek kebiasaan-kebiasaan di bawah ini. Dan jangan khawatir, Anda tidak sendiri, kok.
  • Mereka meminta dengan spesifik lagu apa yang ingin mereka dengar di mobil, seberapa keras suaranya, dan apakah Anda boleh ikut bernyanyi atau tidak.
  • Mereka ingin melakukan segalanya sendiri. Jadi jangan heran jika suatu hari mereka ingin pergi ke rumah tetangga tanpa diantar (meski khawatir, sebaiknya Anda menurutinya. Anda cukup hanya memerhatikannya dari kejauhan!).
  • Mereka selalu protes atas apa yang Anda lakukan. Pilihan baju yang salah, makanan yang tidak mereka sukai, cara memakaikan jepit rambut yang tidak sesuai, lengkap dengan muka cemberut.
  • Jika Anda tidak membuat aturan yang jelas, mereka akan duduk menonton di depan TV atau bermain gadget seharian.
  • Tidur adalah kegiatan yang paling mereka benci. Tidur siang sama sekali tak ingin  mereka lakukan. Dan saat tidur malam mereka akan berputar-putar minimal 30 menit sebelum dapat tidur nyenyak.
  • Tapi dibangunkan dari tidur juga mimpi buruk bagi mereka. ‘Ngantuk’ dan ‘capekadalah alasan favorit.
  • Seperti remaja sungguhan, pengaruh teman sebaya juga jadi penting buat mereka. Mungkin ia tidak suka keju di rumah, tapi begitu melihat temannya makan keju, tiba-tiba keju jadi makanan favoritnya.
Jangan langsung panik menghadapi anak usia tiga tahun atau threenager, klik di sini untuk ketahui trik-trik yang bisa Anda coba!

 

Edisi Terbaru

Family Holiday

Follow Us

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia