Anak Suka Mengarang Cerita


Anak yang berumur tiga tahun sering mengarang cerita, yang kadang tidak nyambung. Bagaimana menanggapinya?

Kebanyakan anak 3 tahun memang senang mengarang cerita dan bermain purapura (pretend play), itu menunjukkan perkembangan bahasa dan kognitifnya. Untuk usia prasekolah, imajinasi ini perlu dipupuk karena berhubungan dengan atribut positif, seperti kreativitas yang lebih tinggi dan pemahaman sosial, serta kemampuan memahami perspektif orang lain yang lebih baik.

Wajar pula bila kadang ceritanya suka tidak nyambung, atau seperti meloncat-loncat, karena kemampuan otaknya dalam mengorganisasi peristiwa belum berkembang sepenuhnya. Pengalaman-pengalamannya masih bertumpuk satu sama lain, dan kesadaran mereka akan periode waktu belum terbangun.

Untuk itu, kita bisa membantu mereka berpikir lebih runut, dengan mengulas
kembali ceritanya. Misalnya, Mama bisa mengatakan begini, “Ooo… jadi tadi Mama lagi pergi ke pasar… lalu sebelum tertabrak mobil, apa yang terjadi? Mama lagi di mana? Mobilnya datang dari mana?” Perlahan, anak akan paham bahwa yang ia ceritakan tidak nyambung, sehingga membuat pendengarnya banyak bertanya karena bingung memahami maksudnya.

Anda juga dapat mengajak anak bermain kartu bergambar yang mengandung sekuens. Misalnya, kartu A (gambar anak tidak membereskan mainan), kartu B (gambar anak tersandung mainan), kartu C (gambar anak menangis karena luka). Minta anak membuat cerita dari gambar yang ia lihat. Semakin sering bermain, anak membangun pemahaman bahwa cerita yang baik ada urutannya (awal-tengah-akhir) dan terkait satu sama lain.

Foto: Foto Search

 

Follow Us

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia