Anak Takut pada Badut



Wajar saja bila badut dianggap menakutkan bagi sebagian anak, terutama usia 2-3 tahun. Mungkin anak takut melihat mulut dan matanya yang lebar, atau ukuran tubuhnya yang ekstra besar. Padahal, bagi anak-anak lain, badut justru terlihat lucu dan ramah. Lalu, bagaimana sebaiknya Anda merespons rasa takut anak pada badut?

  • Jangan abaikan. Menganggap enteng rasa takut anak bisa membuat ia merasa diabaikan. Ia merasa tidak dipercaya, ketika justru sedang membutuhkan ‘perlindungan’ Anda.
  • Tak usah dipaksa. Memaksa ia tetap mendekati, atau bahkan sampai menyentuh badut, justru bisa menimbulkan rasa trauma. Sebaiknya, Anda mengajak ia melihat tingkah polah si badut dari kejauhan dulu. Tertawalah sambil menyebutkan tingkah laku si badut agar anak ikut memerhatikan. Lama-lama, ia pasti akan ikut tertawa.
  • Buka topeng. Jelaskan bahwa badut hanyalah seorang yang mengenakan kostum. Bila ada kesempatan, Anda bisa meminta si badut membuka topeng sejenak agar anak bisa melihat wajah sebenarnya di balik kostum itu. Beri tahu ia bahwa kostum itu dipakai untuk menghibur anak-anak, termasuk dirinya.
Kalau ia masih tetap takut, bersabarlah, Ma. Seiring dengan pertambahan usianya, rasa takut itu akan menghilang dengan sendirinya.

 





Follow Us

angket

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia