Bagaimana Anak Tertular Pilek

Ketika mulai memasuki usia sekolah, anak mulai menghabiskan lebih banyak waktunya di luar rumah, berbaur dengan anak seusia dan kuman-kuman yang mentertai mereka. Akibatnya, anak juga mudah 'berbagi' penyakit. Dan salah satu penyakit yang paling sering mendera anak pasti Mama sudah tahu, pilek!

Tapi sebenarnya, apakah semudah itu si kecil tertular penyakit? Bukan kah Anda sudah mengingatkan agar ia tidak duduk di dekat teman yang sedang sakit atau bahkan anak yang sakit disarankan tidak masuk sekolah? Kok, bisa? Agar tidak terus-menerus heran, coba simak dulu bagaimana anak bisa tertular batuk dan pilek di bawah ini.

1. Anak yang terinfeksi pilek tiba-tiba bersin dan menyebarkan partikel-partikel virus ke udara. Meskipun bersinnya tidak heboh atau hanya satu kali, tapi sejumlah kecil virus yang menyebar ke udara tersebut sudah bisa memicu infeksi.

2. Partikel-partikel virus tadi 'mendarat' di mainan, kursi, atau bahkan mata, tangan, hidung atau mulut anak yang sedang terbuka.

3. Bila anak Anda menyentuh mainan atau kursi tersebut kemudian menaruh jari-jarinya ke hidung (misalnya), virus pun akan berpindah ke sana.

4. Virus lalu masuk ke tubuh anak melalui bulu-bulu hidung anak hingga kelenjar di belakang leher di mana akan menginfeksi suatu sel.

5.Setelah 8-12 jam, partikel-partikel virus sudah siap dikirim ke seluruh penjuru tubuh untuk menginfeksi sel-sel lain yang sehat.

6. Sekitar 10 jam kemudian, gejala (sakit tenggorokan, hidung meler, mungkin batuk) mulai bermunculan.

Setelah mengetahui bagaimana persisnya anak bisa tertular, lantas bagaimana Anda dapat melindungi anak? Menurut Roxanne Fiscella, M.D, dokter dari Berkeley, California, Anda mungkin sulit melarang anak untuk menjauhkan tangannya dari mulut, hidung atau mata, mulai lah pencegahan dari mencuci tangan Anda dan si kecil! Sederhana dan dapat dicoba sekarang juga kan, Ma? (Prameshwari Sugiri/Foto:dok.Feminagroup)

Baca juga: Cegah Anak Tertular Penyakit dalam 5 Menit

 

Follow Us

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia