Jangan Langsung Redakan Anak Tantrum. Ini Alasannya!


Saat balita Anda mengamuk, menendang, menjerit, dan bergulung-gulung di lantai, Anda mungkin berusaha menenangkannya.  Namun, percaya atau tidak, amukan balita (tantrum) merupakan bagian penting dari perkembangan emosionalnya. Dan Anda dapat belajar bersikap lebih tenang saat menghadapinya.

Dilansir dari Parents.com, berikut 5 alasan amukan balita sebenarnya adalah hal baik :

 
1. Meluapkan emosi
Saat anak mengamuk sampai keluar air mata, ini berarti ia sedang melepaskan hormon stres – kortisol – dari tubuhnya. Air mata juga ditemukan dapat menurunkan tekanan  darah dan meningkatkan kedamaian emosional, asalkan ada orang yang dicintai untuk memberinya dukungan. Coba perhatikan saat anak marah, merengek, artinya ia sedang frustasi.

Begitu emosinya sudah terluapkan, suasana hatinya jadi jauh lebih baik. Biarkan anak-anak mengamuk tanpa berusaha mengganggu prosesnya sehingga mereka sampai pada akhir perasaan mereka.
 
2. Tidur lebih nyenyak
Emosi anak yang terpendam menggelembung saat otaknya beristirahat. Sama seperti orang dewasa, anak juga terbangun karena mereka stres atau mencoba memproses sesuatu yang terjadi dalam kehidupan mereka.

Jadi ketika anak tantrum, biarkan ia menuntaskan kegundahannya sampai fase akhir. Karena hal itu dapat meningkatkan kesejahteraan emosionalnya dan membantu tidur nyenyak sepanjang malam.

 
3. Belajar menerima penolakan
Kemungkinan anak mengamuk karena Anda mengatakan ‘tidak’ padanya. Mengatakan 'tidak' memberi anak batasan yang jelas tentang perilaku yang dapat diterima dan tidak. Anda mungkin selalu meng-iya-kan permintaan anak karena tidak ingin menghadapi dampak emosionalnya.

Tapi sebenarnya dengan berkata ‘tidak’, Anda mengajarkannya tentang penolakan. Tetaplah konsisten dengan keputusan Anda sambil tetap berempati pada kesedihannya dengan memberikan cinta dan pelukan.

 
4. Ekspresi perasaan
Mengamuk merupakan ekspresi anak menunjukkan kesedihan dan perasaan tak nyaman akibat penolakan dari Anda.
 
5. Lebih dekat secara emosional
Saat anak menjerit, menangis, bahkan menendang barang-barang yang ada di sekitarnya, Anda tak perlu meresponnyanya dengan banyak berkata-kata. Cukup sedikit ucapan tapi meyakinkan.

Kemudian biarkan ia melewati badai perasaannya. Jika sudah mulai reda, berikan pelukan. Ia akan menerima uluran tangan Anda tanpa syarat dan menjadi lebih dekat secara emosional dengan Anda. (Alika Rukhan)


Baca juga : Solusi Hadapi Anak Pemarah 

 

Edisi Terbaru

Aku Indonesia

Follow Us

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia