Jangan Paksa Anak Jika Tak Mau Dipijat, Ini Alasannya!


Ada beberapa orang tua yang biasa membawa anak balita mereka ke terapis pijat anak. Terutama jika suhu badan anak naik, dengan asumsi pijat akan membantu otot-otot anak yang kaku menjadi lemas. Sehingga ia mendapat relaksasi, kemudian suhu badannya pun turun.

Padahal Anda tahu jika anak dipijat, ia mungkin bisa menangis kencang karena merasakan sakit. Tapi dengan segala harapan baik, supaya demam anak turun, otot-ototnya lemas, Anda tetap memercayakan terapis pijat (dukun) untuk memijat dan menekan otot-otot anak, meski dalam hati sebenarnya tidak tega melihat anak kesakitan.

Apakah Anda demikian, Ma? Jika ya, berarti Anda masih berpegang pada cara tradisional. Bukan berarti semua yang tradisional itu salah. Tetapi mari kita simak yang dikatakan dr. Fitri Hartanto dari UKK Tumbuh Kembang IDAI yang ditemui di acara Pelatihan Stimulasi Pijat Bayi Terbesar di Dunia dari Johnson’s Baby, di Jakarta:

"IDAI lewat UKK Tumbuh Kembang anak perhatian terhadap stimulasi pijat karena ada kasus-kasus akibat dari orang tua memijatkan anak pada dukun pijat, itu memberikan dampak yang tidak baik. Banyak anak datang ke UGD, pasca dipijat mengalami perdarahan di kepala, 'melengse' tulangnya, kemudian orang tua jadi takut melakukan pemijatan."

Lebih lanjut dr. Fitri menerangkan, dalam proses pemijatan tidak hanya terpaku pada efek setelah anak dipijat, tetapi stimulasi. Jika ada anak sakit yang dipijat orang tuanya kemudian sembuh, itu adalah efek tidak langsung dari stimulasi yang diberikan pada anak. Maka itu, pemijatan perlu dilakukan pada situasi dan kondisi yang nyaman, sehingga anak nyaman dan rasa sakitnya berkurang.

"Pada proses pemijatan tidak hanya menekan otot, tetapi semua respon positif sensorik pada anak kita kuatkan. Penglihatan, pendengaran, sehingga saat memijat, orang tua juga harus ngobrol dan anak melihat pada orang tua," tandas dokter Fitri.

Beberapa aturan pemijatan yang disampaikan dr. Fitri antara lain :
- Jangan memijat anak setelah minum atau makan

- Jangan membangunkan bayi hanya untuk dipijat

- Jangan memaksa posisi tertentu saat pemijatan

- Jangan memijat dengan kuku panjang, menggunakan perhiasan di tangan atau jari. Karena dapat mengalihkan fokus anak. Seharusnya anak hanya melihat pada orang tuanya. Aksesoris dapat mencuri perhatian anak.

Selain itu, Anda juga disarankan melakukan ini sebelum pemijatan:
- Sediakan alas yang lembut dan rata

- Cuci tangan yang bersih. Jangan langsung menyentuh anak jika tangan Anda masih dingin

- Pilih ruangan hangat dan tidak berangin

- Lakukan pijat dengan posisi nyaman dan kontak mata pada anak selama pemijatan

- Mulai sentuhan ringan dan perlahan, tingkatkan saat anak merasa nyaman

- Nyanyikan lagu dan putarkan musik lembut dan relaks

- Perhatikan isyarat yang ditunjukkan oleh anak (menangis, mengamuk, kehausan, dan rewel) (Alika Rukhan)

Baca juga: Anak Sering Demam, Perlukah Khawatir?