Kepribadian Anak Sesuai Urutan



 

Kepribadian seorang anak rupanya tidak bergantung pada fakta biologis urutan kelahirannya. Frank J. Sulloway, Pengajar di departemen Psikologi Universitas California, Berkeley California menyebutkan bahwa kepribadian terbentuk karena peran yang dimiliki oleh setiap anak dalam keluarga yang akhirnya menyebabkan perbedaan perilaku. Lalu, bagaimana sikap yang harus Anda ambil ketika menghadapi kepribadian anak yang berbeda dalam keluarga? Dilansir oleh parents.com, ini cara Anda menghadapi setiap kepribadian anak berdasarkan urutan kelahirannya.

Anak Sulung
Amy Bouma, seorang mama dua anak dari Springfield, Virginia berbagi cerita tentang ciri khas anak sulungnya. Ketika Jack yang berusia 4 tahun menolak untuk menyentuh sandwich-nya kecuali bagian pinggir roti yang keras dipotong, putra sulungnya, Eric yang berusia 6 tahun melangkah masuk. "Jack, makan semua sandwich-nya," kata Eric, dengan otoritas yang besar.

Reaksi Eric adalah ciri khasnya, menurut Sulloway. Anak sulung merupakan model  perilaku orang tuanya, seperti yang Eric lakukan saat ia ‘mendisiplinkan’ Jack.

Anak sulung cenderung suka mengambil alih dan memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi, menurut Kevin Leman, PhD, penulis buku The Birth Order Book: Why You Are the Way You Are. Mereka tidak memiliki saudara yang lebih tua yang mengolok-olok mereka saat mereka belajar mengikat sepatunya atau saat mengendarai sepeda. Mereka  selalu didampingi orang tua yang mengajari mereka dengan serius.

Ketika orang tua memperlakukan setiap anak sulung sebagai yang pertama, maka akan tumbuh rasa percaya diri yang besar dalam diri anak sekaligus memotivasi mereka untuk mencapai apa yang diharapkan darinya. Sangat mudah bagi anak-anak sulung untuk menjadi perfeksionis.

Saat melihat orang dewasa dapat menuangkan susu tanpa tumpah, si sulung mungkin akan meminta pertolongan Anda atau orang lain yang lebih tua, karena dia tidak ingin melakukan kesalahan. Kecenderungan perfeksionis ini juga membuat anak sulung mungkin mengalami kesulitan dalam mengakui kesalahannya. Jika kelak si sulung menjadi orang tua, ia bisa bersikap sangat protektif dan menuntut, kata Leman.

Anak tengah
Cathy Swan, dari Lexington, Massachusetts, mengatakan bahwa anak tengahnya, Hobie yang berusia 4 tahun, adalah kebalikan dari kakak perempuannya, Cate, 6 tahun. "Saat masih di taman kanak-kanak, Cate bisa menyiapkan dirinya sendiri untuk berangkat sekolah, sedangkan Hobie tidak. Ia selalu meminta bantuan saya untuk melakukan hal-hal yang sudah bisa dia lakukan, seperti mengenakan jaket atau membawa tas sekolahnya ke mobil." Dan, meskipun Hobie senang bermain dengan adik kembarnya yang berusia 1 tahun, “Ia tidak mencoba merawat si kembar seperti yang dilakukan kakaknya,” kata Swan.

Pada anak tengah, Leman menganggap ini sebagai hal yang wajar. "Sekali peran diisi oleh anak sulung, anak kedua akan menjadi pribadi yang benar-benar berlawanan," katanya. Anak tengah sangat sulit diberi label, karena kepribadian mereka muncul sebagai respons terhadap bagaimana mereka memandang saudara tertuanya dalam keluarga. Jika si sulung tumbuh menjadi anak yang sangat penurut, maka anak tengah mungkin akan memberontak untuk mendapat perhatian keluarganya.

Di mata anak tengah, anak sulung selalu mendapat semua hak istimewa yang tidak pernah didapatkannya. Selain itu mereka juga merasa ditinggalkan begitu adik kecilnya lahir, jadi ia selalu belajar mencari cara untuk mendapatkan hal yang diinginkannya dengan berbagai cara.

"Anak yang lahir sebagai anak tengah adalah orang yang mau mencari dan menangani satu hal,” kata Sulloway. Mereka menyenangkan, diplomatis, juga dapat berkompromi. Dan, yang terpenting, mereka mampu mengatasi rasa kecewa dengan baik. Harapan yang dimilikinya selalu realistis, cenderung tidak manja dan paling mandiri, karena mereka sering merasa tersisih. Oleh karena itu, anak tengah akan memilih kelompok di luar keluarga sebagai tempatnya bercerita.
 
Anak bungsu
Cassandra Reigel Whetstone, dari Folsom, California, mengakui bahwa dia lebih memperhatikan saat putrinya Clara, sekarang berusia 7 tahun mulai memasuki dunia prasekolah. “Saya selalu bertanya apa yang tadi dipelajarinya di sekolah,” kata Cassandra. Namun kesiagaan itu menurun saat Owen putra bungsunya memasuki dunia yang sama.

Leman berpendapat bahwa orang tua cenderung bersikap lebih santai pada anak bungsunya. Orang tua tidak merasakan kegugupan yang sama dengan saat mendidik anak pertama. Akibatnya anak bungsu tidak akan merasakan ‘pemaksaan’ seperti yang dirasakan saudara-saudaranya. Anak bungsu juga cenderung tidak banyak memikul tanggung jawab, sehingga tumbuh menjadi seseorang yang lebih riang, santai, suka bersenang-senang, penuh kasih sayang, ramah, dan mereka suka membuat orang tertawa.

NEXT >>>

 

Follow Us

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia