Keuntungan Papa Ikut Aktif Mengasuh Anak


Keterlibatan papa dalam pengasuhan anak-anaknya sejak lahir sangat penting, karena bisa mendorong tingkat kecerdasan, tumbuh kembang, dan kemampuan sosial mereka. “Kami menemukan, anak-anak yang papanya terlibat dalam tumbuh kembangnya hanya memiliki sedikit masalah,” kata MaureenBlack, Ph.D, seorang peneliti dan profesor di bidang kesehatan anak di University of Maryland School of Medicine.

Penelitian itu membuktikan keterlibatan papa secara aktif sangat menolong anak-anaknya memiliki keterampilan bahasa lebih baik, sedikit masalah perilaku, dan prestasi akademi yang lebih baik. Menariknya, hal ini bisa terjadi juga pada papa yang tidak tinggal bersama anak-anaknya. Jadi, yang penting bukan di mana papa berada, apakah tinggal bersama anak atau tidak, tetapi keterlibatan papa.

Papa dan Anak Laki-lakinya
Penelitian yang dilakukan di University of Oxford melaporkan bahwa anak laki-laki yang papanya terlibat dalam tumbuh kembangnya memiliki lebih sedikit masalah berkaitan dengan pelanggaran hukum saat mereka dewasa. Nilai plus lainnya, menurut banyak ahli: seorang papa yang baik bisa menjadi teladan baik bagi anak laki-laki dan menolongnya mengadopsi identitas gender yang sehat dan memiliki kesadaran yang baik mengenai perasaan dan emosi mereka. Kendati demikian, jika tidak ada sosok papa kandung, laki-laki lain sebenarnya bisa mengambil alih peran ini, seperti kakek, paman, atau teman baik keluarga.

Papa dan Anak Perempuannya
Menurut penelitian oleh Vanderbilt University, anak-anak perempuan yang memiliki hubungan dekat dan positif dengan papa pada 5 tahun pertama kehidupannya cenderung memasuki pubertas lebih lambat ketimbang anak-anak perempuan yang memiliki hubungan lebih jauh dengan papanya. University of Oxford Researchers mencatat bahwa anak-anak perempuan yang papanya terlibat dalam tumbuh kembangnya lebih sedikit menghadapi masalah kesehatan jiwa, kelak di kemudian hari. Pujian dan dukungan yang tulus dari papa mampu menolong mereka tumbuh menjadi perempuan mandiri dan percaya diri. (sumber: www.parenting.com)

Foto: Dok. Parenting

Baca juga: Anak Merasa Asing dengan Papa