10 Cara Orang Tua Menghadapi Pertengkaran Antaranak

Pertengkaran atau persaingan antarsaudara bisa jadi muncul akibat persaingan, rasa bosan atau cari perhatian. Persaingan ini memang tidak dapat dihindari, mengingat masing-masing anak ingin diperlakukan spesial oleh orang tuanya.

Meski lumrah terjadi, persaingan antarsaudara memang harus ditangani dengan baik. Mengingat, seperti dikatakan sejumlah ahli, saudara adalah teman sebaya (peer) pertama yang anak miliki. Melalui hubungan dengan saudara sekandung, anak belajar bagaimana harus berbagi, bersikap sebagai teman, mencintai, dan bersikap kooperatif.

Jadi, bagaimana sebaiknya orang tua bersikap menghadapi persaingan antarsaudara?

1. Mempersiapkan kakak sebelum kehadiran adik. Jauh sebelum anak kedua lahir, Anda bisa melibatkan si calon kakak dengan aktivitas yang berhubungan dengan menyambut kehadiran adik barunya.

2. Memperlakukan setiap anak sebagai individu berbeda. Masing-masing anak adalah individu yang unik. Oleh sebab itu berikan mereka perhatian sesuai dengan kebutuhan dan keinginan mereka masing-masing.

3. Hindari membandingkan. Kompetisi memang kerap dilakukan orang tua untuk memotivasi anak-anak mereka. Namun jangan sampai Anda membanding-bandingkan si adik dengan kakaknya, atau sebaliknya, karena akan menimbulkan kecemburuan.

4. Menumbuhkan keunikan anak. Perhatikan bakat balita Anda, dan kembangkan dengan memberikan kursus atau kegiatan khusus. Bakat khusus anak yang terus Anda asah akan membangun harga dirinya.

5. Menghabiskan waktu bersama setiap anak sesuai prioritas. Anak-anak akan menghargai saat-saat berharga ini. Setiap anak punya kebutuhan berbeda. Anda mungkin terpaksa tak dapat datang ke sekolah melihat penampilan si sulung menari karena adiknya sakit. Jelaskan hal ini pada kakak sebaik mungkin. Bila memungkinkan, minta suami menggantikan Anda.

6. Membuat batasan yang jelas. Ajarkan kepada anak-anak bahwa mereka perlu saling menghargai dan jangan saling mengejek. Minta ijin ketika ingin meminjam barang milik saudaranya.

7. Mendengarkan perasaan anak. Mendengarkan perasaan anak penting untuk mengetahui apa sesungguhnya yang menjadi penyebab pertengkaran. Berikan pemahaman kepada si kecil mengenai apa yang boleh dilakukan dan apa yang tidak.

8. Jangan memihak. Biarkan anak-anak menyelesaikan sendiri pertengkaran mereka. Kecuali, jika mereka tampak membutuhkan Anda memfasilitasi komunikasi keduanya.

9. Menghindari memupuk kebiasaan mengadu. Saat si kakak lari pada Anda dan mengatakan adiknya merusak mainannya, katakan padanya bahwa Anda tidak tertarik pada apa yang dilakukan adiknya. Namun, Anda tertarik pada apa yang tengah dilakukannya.

10. Memberi reward untuk perilaku kooperatif. Pemberian reward dilakukan untuk memperkuat perilaku. Ini agar anak mengerti bahwa, perilaku inilah yang diharapkan dari anak.

Dengan mengajarkan hal-hal tersebut, balita akan belajar bagaimana menyelesaikan masalah dengan benar. Jangan lupa untuk menekankan pentingnya hubungan saudara kepada anak-anak ya, Ma. (DEN)