Perlukah Berdebat (Terus) dengan Anak?

Setiap orang tua yang pernah meminta anak untuk mengganti piyamanya tahu persis bahwa Anda harus memilih saat yang pas untuk bertengkar dengannya.

Namun, manakah hal yang perlu dijadikan pertengkaran dan manakah yang sebaiknya dibiarkan begitu saja? Berikut solusi para pakar untuk beberapa masalah:

 

Masalah

Solusi

Ia langsung menutup mulutnya dengan tangan begitu melihat sikat gigi.

Karena kesehatan gigi sangat penting bagi seluruh tubuhnya, ini adalah pertempuran yang layak dilakukan, kata Mark H. Goldenberg, D.D.S., dokter gigi anak di Beverly Hills, AS.

Waktunya tidur dan anak merengek-rengek minta dibacakan dongeng lagi.

Tetap konsisten dalam menjalankan ritual tidur, nasehat Jill Spivack, psikoterapis dan salah satu penulis The Sleepeasy Solution. “Tidur merupakan dasar atau fondasi dari segala sesuatu.”

Ia ngotot ingin memakai baju princess ke sekolah.

Anak-anak yang lebih kecil masih ingin tahu apakah suaranya akan didengar seperti halnya anak-anak yang lebih besar, kata Spivack. “Memilih sendiri bajunya adalah area yang paling baik untuknya.”

Bermain itu seru, tapi membereskan mainan berarti perang.

“Kalau Anda selalu marah-marah akibat hal ini, nantinya akan datang lebih banyak  masalah, lho,” kata Betsy Brown Braun, penulis Just Tell Me What to Say. Bereskan semua mainan bersama si kecil sehingga ia belajar kebiasaan baik ini.

Ia meminta jus, namun lupa mengatakan kata ajaibnya.

Bersikap tidak sopan pada usia ini tidak berarti nantinya ia pasti menjadi orang yang tidak sopan. Terus menerus katakan, “tolong” dan “terima kasih”. Lama kelamaan, si kecil mengerti, kok, kata Braun.


 





Follow Us

angket

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia