Tanda Anak Alami Gangguan Membaca


Di usia tumbuh kembangnya, apabila si kecil sering terbalik-balik membaca sesuatu. Umumkah hal ini dialami anak? Adisti F. Soegoto, M Psi., BFRP psikolog anak dan remaja, memberikan penjelasannya berikut ini.

Ada beberapa kemampuan dasar yang perlu dikuasai anak untuk belajar membaca, yaitu pengenalan huruf, kemampuan berbahasa lisan, kosakata, serta pemahaman arti kata, konsep mengenai bahasa tulisan, dan bagaimana sebuah tulisan memiliki makna. Nah, pemahaman prinsip keruangan, seperti kiri – kanan – atas – bawah, juga perlu dikuasai anak. Misalnya, huruf ‘b’ itu perutnya di kanan, sedangkan huruf ‘d’ perutnya di kiri.

Ketika anak belajar membaca, sesekali salah atau terbalik-balik masih wajar. Ia dikatakan memiliki gangguan membaca, bila kemampuan membacanya (termasuk ketepatan, kecepatan, dan pemahaman bacaan) berada jauh di bawah kemampuan anak seusianya. Gangguan itu secara signifikan memengaruhi aspek akademis atau keseharian anak yang membutuhkan kemampuan membaca. Kondisi ini bisa disebabkan gangguan sensoris (penglihatan atau pendengaran) atau faktor neurologis. Dan, bisa saja, mama atau papanya mengalami gangguan membaca juga.

Beberapa gejala gangguan membaca adalah sulit membedakan huruf-huruf atau sulit mengasosiasikan bunyi dengan simbol huruf. Masalahnya, sebagian orang tua baru mulai menyadari hal itu ketika anak masuk sekolah dasar, di mana ia dituntut bisa membaca dengan lancar. Sebaiknya, Anda membawa anak ke psikolog, jika ia memang mengalami kesulitan membaca yang secara signifikan berada jauh di bawah teman-teman seusianya atau sekelasnya. Mungkin saja, ia perlu juga diperiksa oleh dokter spesialis. Semakin dini gangguan itu ditemukan dan ditangani, kemungkinan teratasi akan semakin baik. (foto: 123rf)

 

 





Follow Us

angket

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia