Tip Hadapi Tingkah Laku Anak Usia Tiga Tahun

fotosearch
fotosearch


Hadapi dengan Santai
Hal terbaik yang bisa Anda lakukan saat menghadapi anak threenager yang berulah adalah tetap tenang. Memang tidak segampang kedengarannya. Apalagi mereka seakan selalu tahu kapan membuat Anda kesal. Tapi anak-anak selalu meniru kebiasaan orang tuanya. Jadi dengan tetap tenang Anda mengajarkannya bagaimana mengontrol perasaannya saat masalah datang.

“Terkadang mereka juga ingin mengetes reaksi orang tuanya. Ia ingin tahu, apakah jika ia bereaksi tertentu, orang tua akan menuruti keinginannya,” kata Nessi, psikolog anak. Itulah sebabnya orang tua harus kompak dan konsisten dalam membuat aturan. Sehingga, walaupun ia menangis untuk bisa melakukan atau tidak mau melakukan sesuatu, Anda tahu batasannya. Ia pun akan belajar bahwa dalam beberapa hal, nangis dan marah-marah tidak bisa menjadi senjata.

Berikan ‘Sedikit’ Kebebasan
Anak tiga tahun sering kali kesulitan menyatakan kebebasannya dan ini yang menyebabkan orang tua dan batita sering ‘perang’. Cara terbaik mengatasi ini adalah dengan memberikan beberapa kebebasan. Walaupun ia melakukan apa yang Anda tidak suka, tanyakan pada diri Anda sendiri apakah hal tersebut memang benar-benar penting. Jika tidak, biarkan ia melakukannya. Berpakaian adalah isu penting bagi anak tiga tahun. Mereka sering memiliki ide tentang apa yang ingin mereka pakai, yang bisa jadi berbeda dengan orang tua mereka. Kalau mereka ingin pakai topi saat cuaca sedang tidak panas, memangnya kenapa? Untuk memagari Anda, saran Nessi, ingatlah bahwa batasan yang paling utama tidak boleh mereka lakukan adalah yang membahayakan jiwa dan kesehatan mereka sendiri (termasuk menyakiti diri sendiri), membahayakan jiwa dan kesehatan orang lain, merugikan orang lain, menyakiti orang lain, dan merusak barang-barang.

Lakukan Bersama
Menghabiskan lebih banyak waktu untuk bermain bersama anak-anak juga bisa membantu. Citra (30) meluangkan waktu lebih banyak untuk duduk bermain mobil-mobilan bersama Darren (3). Ia membentuk aneka barang dengan playdough dan mengotori tangannya di kotak pasir. Citra berusaha merasakan alangkah menyenangkannya bermain dan bagaimana kesalnya saat harus berhenti. Jadi ia bisa berkata, “Yaaahhh… sudah waktunya makan. Padahal kita lagi seru-serunya, ya? Bagaimana kalau sekarang kita makan dulu, nanti kita lanjutkan dengan permainan yang lebih seru?” Darren langsung mengangguk setuju.

“Jika Anda hanya menyuruh anak-anak melakukan sesuatu sendiri, misalnya makan, maka ia akan berpikir, ‘Kenapa hanya saya yang disuruh-suruh makan?’. Dia merasa dirinya sudah besar, sehingga ingin melakukan aktivitas bersama orang-orang besar lainnya. Jadi sebaiknya ajak ia makan bersama di meja makan seperti orang dewasa,” terang Nessi.

Satu lagi yang bisa menjadi senjata Anda adalah rasa humor. Memang tingkah laku batita sering membuat Anda ingin menarik-narik rambut Anda. Tapi humor bisa meredakan stres Anda dan anak. Ingatlah untuk selalu melihat sisi lucu dari segala hal, tak peduli ‘serusuh’ apa rasanya situasi yang tengah Anda hadapi atau seburuk apa tingkah laku mereka. Masa-masa ini tidak akan berlangsung selamanya, kok.


 

 

Edisi Terbaru

Family Holiday

Follow Us

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia