Trik Redakan Tangisan Anak

Saat sedang bermain dengan sepupunya, Raymond (2,5 tahun) menginginkan mainan yang sedang dipegang  sepupunya. Ketika ditegur sang Mama, Raia, Raymond malah menangis keras.

Meski sudah dibujuk Raia, tangis Raymond tetap tak kunjung berhenti. Ketika tangisnya sudah berlangsung lebih dari 15 menit, Raia mulai kehilangan akal. Bagaimana cara menenangkannya?

Jika Anda pernah mengalami situasi yang sama dengan Raia, langkah-langkah berikut mungkin bisa Anda coba untuk menenangkan si kecil yang sedang marah dan menangis:

• Sejajarkan tubuh Anda dengan tubuh anak, misal dengan duduk di sampingnya atau berlutut. Pastikan Anda dapat menatap mata anak Anda dalam posisi sejajar. Beri sentuhan fisik, misal membelai punggung atau memeluk bahunya.

• Dengan suara lembut, minta ia untuk mengatur napasnya. Bantu dengan memberi aba-aba atau hitungan untuk menarik dan menghembuskan napas. Cara ini biasanya berhasil mengalihkan perhatiannya, dan membuat ia berhenti menangis.

• Tanyakan apa dirasakan si kecil saat itu. Jika ia tak mau menjawab, bantulah ia untuk menjawabnya. Misal, “Mama tahu kamu sedang kesal. Apa karena mainan mobil-mobilan itu?” Perhatikan jawaban anak, sambil sesekali menyelipkan kata-kata seperti “Oh...”, “Hmm...” yang menunjukkan respon mendukung.

• Pastikan si kecil sudah selesai berbicara ketika Anda ingin gantian berbicara. Harapannya, setelah menjadi pendengar yang baik bagi si kecil, maka ia pun akan mendengarkan apa yang Anda bicarakan. Katakan, “Mama mengerti kamu ingin main mobil-mobilan itu. Tapi, sebaiknya kamu memintanya dengan sopan, dan bukannya merebut seperti tadi.”

Bila Anda menunjukkan emosi yang terkendali, si kecil pun akan lebih mudah untuk meredakan amarahnya.

 

Follow Us

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia