3 Gaya Makan Favorit Bayi



Waktunya makanan padat pertama! Bersiaplah untuk sedikit berantakan dan kotor-kotoran. Dan yang paling penting, tingkatkan kesabaran Anda, Ma!

Tidak perlu cepat merasa bersalah, bahkan kesal, saat si 6 bulan Anda mulai menolak suapan demi suapan. Mungkin saja, cara Anda memberi ia makan tak sesuai dengan gayanya.

Ya, bayi ternyata punya gaya makan favorit, lho. Dan bila klop, maka ia pun akan lebih lahap menghabiskan makanannya. Tentu saja, untuk menemukan yang pas, Anda perlu lebih jeli mengenali berbagai gaya makan bayi.
 
DISUAPI
Menyodorkan sendok berisi puree buah dan sayur ke mulut bayi adalah cara yang kerap dipakai.

The American Academy of Paediatrics menyarankan, mulailah dengan setengah sendok kecil yang cenderung pipih, atau kurang dari itu, dan ajak bayi berbicara selama proses menyuapi. Tujuannya, agar si kecil merasa nyaman saat menelan makanan.

Ikuti aturan mainnya:

- Dudukkan bayi di kursi makannya, atau di pangkuan Anda, dengan kepala tegak agar tidak tersedak. Jika menggunakan kursi makan bayi, jangan lupa kencangkan sabuk pengamannya agar anak tetap berada pada posisinya. Namun pastikan ia tetap bisa menggerakkan lengan dan kepalanya dengan bebas.

- Singkirkan mainan di sekitar si kecil, dan hindarkan menyuapi sambil menonton TV. Kedua hal itu bisa mengganggu konsentrasi si kecil saat mengunyah dan menelan. Anda bisa meletakkan mangkuk berisi makanan di hadapannya.

Menurut Dr. Rana Conway, ahli gizi asal Australia, bayi akan lebih semangat melahap makanan yang Anda sodorkan jika ia bisa melihat apa yang ia makan, serta membaui makanan itu. Bukan cuma rasa makanan saja yang penting, lho.

 
- Posisikan makanan di mulut dengan benar. Anda bisa memasukkan makanan itu sampai kira-kira menyentuh bagian tengah langit-langit mulutnya. Biasanya, si kecil akan mengatupkan mulutnya dan langsung menelan.
 
- Siapkan air putih untuk diminum sehabis makan.
 
Baca juga: Ajari Anak Makan Sendiri

NYAMAN MAKAN SENDIRI
Ada bayi yang memang menolak saat disuapi oleh Anda, sehingga tak ada salahnya membiarkan ia makan sendiri. Makanan memang jadi akan lebih banyak tercecer daripada masuk ke mulutnya.

Meski begitu, belajar makan sendiri, biasanya begitu menginjak usia 7-9 bulan, merupakan salah satu tahap penting atau tonggak sejarah bayi dalam satu tahun pertamanya. Selain memberikan kepercayaan dan kemandirian kepada anak, menjumput dan memasukkan sendiri makanan ke mulut juga melatih kemampuan motorik halus, lho.

Jadi, relakan saja rumah yang berantakan dan kotor selama si kecil makan, ya, Ma. Anda bisa memberikan si kecil makanan yang Anda sekeluarga makan juga. Hanya saja, lakukan penyesuaian, seperti tidak menambahkan garam dan gula terlalu banyak ke dalam makanan.

Tips sukses makan sendiri:
- Masak makanan hingga lunak, agar lebih mudah dikunyah.

- Berikan dalam bentuk potongan berukuran kecil kira-kira seukuran jari (finger food), sehingga bisa ia pegang. Atau, Anda juga bisa mengiris makanan tipis-tipis.

- Hindari terlalu banyak menyajikan makanan di piring dalam satu waktu, cukup 2-3 potong.

- Dampingi si kecil selama makan untuk menghindari bahaya tersedak.

KOMBINASI KEDUANYA
Saat menyuapi, sih, lancar-lancar saja, namun Anda juga menyadari bahwa melatih kemampuan motorik halus si kecil bisa dilakukan lewat aktivitas makan yang menyenangkan.

Untuk itu, tak ada salahnya sesekali Anda membiarkan si kecil melahap sendiri makanan yang disajikan, sambil sesekali Anda suapi.

Keragaman nutrisi yang masuk ke mulut bayi tetap terjaga karena Anda menyuapkannya langsung, dan ia pun berkesempatan mengenal berbagai tekstur makanan lewat sentuhan jari-jarinya, serta mengasah koordinasi yang baik antara mata, tangan dan otaknya.

Namun, Anda juga perlu teliti agar porsi makanan yang disantap si kecil dalam sekali makan tak berlebihan.

Ini kiatnya:
- Bila Anda sedang memberinya puree, dan mendapati ia memasukkan makanan pula ke mulut, segera hentikan perlahan aktivitas menyuapi. Biarkan ia meneruskan kesenangannya itu. Anda dapat meletakkan beberapa finger food di piringnya.

- Gaya makan kombinasi seperti ini bersifat fleksibel. Anda bisa menyuapinya agar lebih cepat ketika waktu Anda terbatas, dan membiarkan si kecil makan sendiri ketika Anda mempunyai waktu lebih banyak untuk menemaninya makan.

Baca juga: Tanda Anak Bisa Makan Sendiri

Foto: 123 RF

 

Edisi Terbaru

Aku Indonesia

Follow Us

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia