Aman Ajak Bayi ke Mal

Setelah beberapa minggu berada di rumah mengurus bayi yang baru lahir, banyak mama mulai bertanya-tanya dalam hati, kapan ya, bisa mengunjungi mal lagi?

Tenang, Ma, saatnya tak lama lagi, kok. Memang ada baiknya menunggu sampai anak berusia 1 bulan sebelum memakaikannya sweater keren dan membawanya ke luar rumah untuk pertama kali. Pada saat itu, fisik Anda sudah lebih kuat dan terbiasa dengan kehadiran bayi, juga lebih memahami kebiasaan dan body language-nya.

Inilah yang perlu Anda perhatikan agar acara jalan-jalan jadi menyenangkan:

-  Minimalkan kontak dengan orang lain. “Kekebalan tubuh bayi baru lahir belum sempurna,” ujar Henry Bernstein, M.D., seorang dokter ahli anak di Dartmouth Medical School, New Hampshire. Jadi, sebaiknya Anda menjaga agar anak tidak bersentuhan dengan terlalu banyak orang.

-  Pastikan kebersihan tangan Anda. Anda akan terkejut jika tahu bahwa pegangan tangan pada kereta belanja bisa menjadi sarang bakteri yang subur! Belum lagi tombol lift dan pe­gangan eskalator. Itu sebabnya jangan lupa untuk membersihkan tangan dengan cairan anti-bakteri sesering mungkin.

- Berbelanja saat ia tertidur. Tak usah cemas jika bayi mengantuk saat dibawa jalan-jalan. Justru, Anda akan lebih tenang memilih barang-barang yang akan dibeli saat ia sedang tertidur di stroller-nya.

-  Kenali kebiasaan dan tingkah laku bayi Anda. “Tidak semua bayi baru akan kaget dengan lingkungan yang hiruk pikuk dan terang benderang. Kebanyakan malah justru mengantuk dan tertidur saat berada di lingkungan seramai itu,” ujar Claire Lerner, ahli perkembangan anak di Zero to Three di Washington DC. Tapi jika Anda yakin ia terlalu sensitif, pergilah di pagi hari saat suasananya masih cukup nyaman untuk anak.

 

Follow Us

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia