Amankah Mengajak Bayi ke Mal ?

Semua mama pasti tahu dengan nasihat orang tua zaman dulu yang mengatakan ‘Jangan membawa keluar rumah bayi yang baru lahir sebelum usianya 40 hari!’ Mitos itu mungkin ada benarnya, Ma. Logikanya, imunitas tubuh bayi saat itu belum berkembang sempurna, sehingga ia rentan terserang penyakit jika dibawa ke tempat umum yang ramai.
 
Tapi, bagaimana kalau mama tak tahan diam di rumah dan benar-benar butuh refreshing? Mau tak mau, mengajak si kecil jalan-jalan ke luar rumah harus dilakukan. Dilemanya adalah, tak mungkin Anda meninggalkan bayi di rumah hanya bersama pengasuh atau nenek! Rasanya tak adil Anda asyik jalan-jalan sendiri sementara urusan bayi baru lahir diserahkan ke orang lain.
 
Nah, mal atau pusat perbelanjaan kerap jadi pilihan karena kenyamanannya. Terlebih, banyak mal yang saat ini telah menyediakan fasilitas nursery room, yang semakin memudahkan para mama saat akan menyusui, mengganti popok, atau sekadar beristirahat dengan bayinya. Tapi, cukupkah fasilitas yang mom friendly tersebut menjadikan mal sebagai tempat umum yang aman untuk bayi?
 
Kuman & virus di tempat umum
Bukan rahasia lagi kalau tempat umum yang dilalui oleh banyak orang merupakan sarang bagi berbagai kuman dan virus. “Selalu ada orang batuk atau bersin di dekat Anda. Meski Anda mungkin akan refleks memalingkan wajah, menutup mulut atau hidung untuk memproteksi diri dari paparan kuman dan virus orang lain, langkah proteksi tersebut sebenarnya tidak akan melindungi Anda dari kuman-kuman berukuran mikroskopis. Mereka akan tetap beterbangan di udara, dan terhirup oleh orang-orang yang berada di sekitarnya melalui pernapasan. Kuman dan virus tersebut juga bisa saja mendarat di permukaan benda-benda yang mungkin Anda sentuh. Begitulah cara kuman dan virus menyebar,” ujar Robert Schwartz, MD, ahli kedokteran keluarga di University of Miami School of Medicine, AS.
 
Waspada dengan benda-benda ini
Anda mungkin berpikir bahwa benda-benda yang ada di dalam mal itu bersih dan steril, karena berada di tempat yang tertutup, sejuk, dan selalu dibersihkan. Nyatanya, tidak begitu, lho. Anda mungkin tak menyangka bahwa ada beberapa benda di dalam mal yang menurut penelitian sering menjadi sarang kuman dan virus. Ini dia:
- Pegangan troli dan keranjang belanja. Salah satu tempat paling berkuman adalah pegangan keranjang belanja dan troli. Bayangkan ada berapa banyak  pengunjung yang memegang keranjang belanja atau troli. Keranjang belanja dan troli juga merupakan wadah bagi bahan basah belanjaan, seperti aneka daging mentah atau sayur dan buah-buahan yang belum dicuci, yang bisa saja mengandung bakteri seperti Salmonella dan E.coli. Jadi kalau Anda sekalian berbelanja di swalayan saat ke mal bersama bayi, pastikan Anda mencuci tangan atau menggunakan disinfektan tangan selesai belanja sebelum kembali menggendong si kecil, ya.
- Playground. Tempat lain yang berpotensi banyak kuman adalah tempat bermain anak-anak (playground). Namanya anak-anak, entah tangan mereka menyentuh lantai, mengusap hidung dan mulut yang sedang batuk pilek, dan kemudian memegang aneka mainan di playground.
- Kursi restoran dan highchair. Ya, Anda mungkin melihat pegawai restoran yang selalu membersihkan meja setiap kali habis dipakai oleh pengunjung sebelumnya. Tapi, bagaimana dengan kursi? Sangat jarang Anda melihat pegawai  yang membersihkan kursi restoran, kan? Padahal, sama halnya seperti meja, mungkin saja terdapat sisa makanan di kursi yang tersebar lewat lap yang digunakan untuk membersihkan meja. Jadi kalau mengajak bayi Anda makan di restoran, sebaiknya lap dulu meja, kursi, dan juga high chair yang akan digunakan dengan tisu basah yang mengandung disinfektan.
 
Overstimulasi
Bayi Anda terbiasa pada suasana tenang di dalam rahim selama 9 bulan. Nah, ketika Anda membawanya ke mal, suasana mal yang semarak, bising, dan dipenuh berbagai aroma, bisa membuat bayi Anda mengalami overstimulasi atau rangsangan yang berlebih pada inderanya. Kadang, hal ini bisa membuat bayi Anda menjadi rewel dan susah ditenangkan. Jika bayi mulai rewel, segera bawa ia ke tempat yang lebih tenang, seperti ruang menyusui, atau restoran yang sepi, kemudian dekap dan susui ia hingga tertidur. Bila rewelnya sudah tak bisa dihentikan, tak ada jalan lain selain membawanya pulang. (DEN)

Baca juga:

Bayi Rewel Saat Jalan-jalan ke Mal? Ini Bisa Jadi Alasannya
Segera Lakukan Hal Ini Saat Anak Hilang di Mal
Terapkan 7 Hal Ini, Agar Anak Terhindar Bahaya di Mal

 

Follow Us

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia