Bayi Suka Menarik Rambut

Tanya: Bayi saya mulai menarik-narik rambut siapa pun yang menggendongnya. Saya tidak tahu bagaimana cara menghentikan kebiasaan ini. Saya sudah mencoba membuatnya tertawa agar perhatiannya teralihkan. Setelah itu, dia mengulanginya lagi. Apa solusinya? - Dian, Bogor.

Jawab: Apa yang dilakukan anak sebenarnya termasuk normal, namun sekaligus agak mengganggu atau kurang menyenangkan. Batita memang senang menggigit dan mengambil sesuatu untuk berkomunikasi tentang apa yang ia lakukan dan tidak ingin lakukan.

Juga, ini adalah caranya untuk mengetahui bagaimana reaksi orang yang terkena perilakunya. Dan, menarik-narik rambut sudah pasti langsung mendapat perhatian pihak lain! Meski begitu, ini tidak berarti si kecil memiliki penyimpangan, berupa bersikap agresif. Ia hanya mencoba-coba melakukannya untuk mengetahui perilaku manakah yang bisa dan tidak bisa diterima. Jadi, tergantung Anda bagaimana cara mengajarkan perbedaan ini padanya.

Untuk kebiasaan tidak menyenangkan apa pun, Anda harus mengalihkan perhatiannya dan memberinya kegiatan yang lain. Begitu Anda melihat tangan mungilnya mulai meraih rambut seseorang, alihkan perhatiannya dengan cara memanggil namanya, lalu cepat libatkan tangannya untuk melakukan sesuatu yang lebih bisa diterima, seperti main ciluk ba atau memegang mainan.

Anda juga bisa mengajarkannya beberapa alternatif dari menarik rambut untuk mendapat reaksi yang lebih positif. Misalnya, menarik tangannya dan menunjukkannya bagaimana caranya menepuk-nepuk kepala seseorang, mengelus-elus dagu, atau memeluk orang tersebut. Katakan padanya, “Tidak, Sayang. Kita tidak menarik-narik rambut, tapi kita memeluk dan menepuk-nepuk.”

Dan, jika Anda mengetahui situasi yang biasanya memicu kebiasaannya itu (umumnya, kecapekan, lapar, dan frustasi!), Anda memiliki kesempatan untuk mencegah hal tersebut terjadi

Anak usia 13 bulan masih terlalu kecil untuk benar-benar mengerti bahwa menarik rambut seseorang akan menyakitkan orang tersebut. Itu sebabnya tidak ada gunanya Anda menarik rambutnya dan berharap ia mengerti bagaimana rasanya bagi orang lain. Yang bisa dia belajar adalah perilaku yang manis akan mendapat respon yang manis juga.
    
Tidak demikian halnya dengan perilaku yang tidak menyenangkan. Juga, anak masih terlalu kecil untuk ‘dihukum’. Ia baru mengerti hubungan antara menarik sesuatu yang tidak seharusnya dilakukannya dan Anda menjauhkan benda tersebut dari dia. Setelah beberapa bulan, pusatkan perhatian pelajaran disiplin bayi Anda pada apa yang boleh dan tidak boleh diraih.

Dekatkan tangannya pada “ya, boleh dipegang” dan jauhkan dari “jangan dipegang.” Seiring dengan pertumbuhannya,  tambahkan lagi jumlah kosakatanya sehingga ia bisa mengekspresikan rasa frustasinya. Secara perlahan-lahan, perilaku agresif ini akan berkurang dengan sendirinya, kok.

 





Follow Us

angket

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia