Hidungnya Jendela Dunia


Bagi bayi yang baru lahir, aroma adalah segalanya. Aroma itulah yang membuat si kecil bisa mengenali Anda, Mamanya, dan ‘menolak’ wanita lain. Aroma Anda itu pulalah yang membuat ia tenang. Tapi, tahukah Anda bahwa kemampuan indra penciuman bayi mulai berkembang sejak dalam kandungan? Cari tahu lebih banyak tentang panca indra istimewa ini.
 
Usia Kehamilan Trimester Ketiga 
“Indra penciuman bayi mulai berkembang di usia kehamilan 28 minggu (ada yang mengatakan sejak bulan ke-6) dan menjadi sempurna sepanjang trimester ketiga,” jelas dr. BRW. Indriasari, Sp.A., MSi.Med., M.Kes., yang berpraktek di Mayapada Hospital, Jakarta Selatan. Cairan ketubanlah yang memegang peran. Melalui cairan ketuban ini, indra penciuman ‘disalurkan’. Cairan ketuban membawa aroma ke janin. Sehingga, meski masih dalam kandungan, janin sudah memiliki preferensi akan aroma-aroma tertentu. Ini artinya, bila Anda doyan makan pedas, bisa dipastikan ia ikut ‘mencicipi’ aroma tersebut. Namun, Anda tak perlu puasa makanan kesukaan, kok. “Prinsipnya adalah ibu hamil perlu nutrisi yang cukup dan seimbang agar pertumbuhan bayi berjalan optimal.  Meski demikian, tidak ada suatu makanan atau minuman khusus yang perlu dikonsumsi untuk mendukung pertumbuhan indra penciuman ini,” jelas dr. Sari.
 
Saat Lahir
menurut Alan Greene, M.D., clinical professor of pediatrics at Stanford University School of Medicine, saat lahir adalah momen yang krusial bayi. Indra penciuman bayi yang baru lahir (newborn) sudah sedemikian berkembangnya sehingga ia menggunakan indra penciumannya –lebih dari panca indra lainnya- sebagai cara orientasi diri. Dalam suatu eksperimen, ditemukan bahwa bayi mampu mengenali aroma air ketubannya. Saat payudara ibu diolesi cairan ketuban, terlihat bayi bergerak ke arah tersebut hanya dalam waktu beberapa jam setelah dilahirkan. Meski demikian, preferensi ini akan hilang setelah beberapa hari. Bayi yang baru lahir juga mampu mengenali aroma ASI ibunya. Pada suatu studi, peneliti memegang bantalan yang beraromakan ASI sejauh 17 cm dari hidung bayi. Hasilnya, bayi bergerak menggeliat ke arah bantalan tersebut. Dengan cara yang sama pula, bayi bisa membedakan (aroma) ASI dan susu formula. Dan, tentu saja, bayi lebih memilih (aroma) ASI. Reaksi bayi terhadap ASI ditunjukkan dengan gerakan seperti hendak mengucapkan sesuatu (mouthing). Lagi-lagi, bila dihadapkan pada beberapa pilihan ASI, penelitian menunjukkan bahwa hanya pada ASI ibunyalah bayi menunjukkan gerakan mouthing dengan lebih kentara.
 
Bila si kecil mencium aroma Anda, ia akan mengarahkan kepalanya ke arah payudara Anda -seperti saat pertama ditempatkan– dan mulai menggerakkan mulutnya atau menjadi tenang, demikian menurut Joy Browne, Ph.D., guru besar pediatrik dan psikiatri di University of Colorado Denver Anschutz Medical Campus. Hebatnya, bukan hanya itu saja. Menurut studi yang dipublikasikan di jurnal Neuroscience and Biobehavioral Reviews, bayi juga sudah bisa mengenali aroma produk kecantikan yang Anda pakai.
 
Dua Bulan Pertama
Dalam tahap ini, si kecil tetap lebih menyukai aroma Anda –bahkan bila Anda belum mandi sekali pun– dibanding orang lain. Omong-omong soal belum mandi, justru aroma tubuh alamilah yang dicari oleh si kecil. Jadi, sesekali tak mandi tak mengapa, kok. Dari tahap ini hingga usia 8 tahun, kemampuannya akan berkembang demikian pesatnya hingga bahkan akan lebih baik dari indra penciuman Anda selama beberapa tahun, jelas Lise Eliot, Ph.D., penulis buku What’s Going On in There?: How the Brain and Mind Develop in the First Five Years of Life. (DEN)

Baca juga:
Cara Atasi Hidung Mampet Bayi
Hidung Bayi Tersumbat, Perlukah Alat Penyedot?
Perkuat Indra Penciuman Bayi

 

Follow Us

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia