Ini Bahayanya Bila Anak Tidak Vaksin Campak


Pro kontra pemberian vaksin pada bayi dan anak kembali mencuat. Ramainya berita tentang dua anak dari seorang selebriti yang terkena campak hingga dirawat di rumah sakit, dan diduga belum pernah mendapatkan vaksin campak memunculkan kontroversi.

Sebenarnya seberapa penting vaksin campak bagi anak, dan apa bahaya bila anak tidak dapat vaksin campak?

Campak merupakan salah satu penyakit menular disebabkan virus yang dapat menginfeksi setiap anak yang tidak terlindungi. Untuk melindungi dari virus campak, anak harus mendapatkan vaksin campak.Vaksin campak merupakah satu dari lima vaksin yang diwajibkan untuk anak.

Seperti yang dikutip dari www.idai.or.id, penyakit campak sangat berbahaya bila mengenai anak dengan gizi kurang atau  sedang menderita satu penyakit lainnya.

Virus campak dapat menyerang sistem pernapasan dan sistem kekebalan, sehingga anak menjadi rentan terhadap berbagai infeksi lainnya, seperti pneumonia dan diare.

Parahnya lagi, bagi anak dengan sistem imun yang rendah (misalnya anak yang mendapatkan pengobatan kanker, penderita HIV) rentan terhadap penyakit campak, dan mempertinggi ancaman terhadap kesehatan mereka.

Kapan Anak Vaksin Campak?
Sekadar mengingatkan, waktu pemberian vaksin campak menurut rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) pertama kali diberikan saat anak umur 9 bulan.

Disarankan diulang pada usia 9-59 bulan yang bertujuan untuk mencakup sekitar 5 persen anak yang diperkirakan tidak memberikan respon imunitas yang baik saat mendapatkan vaksin pertama.

Vaksin kedua diberikan pada saat anak masuk sekolah (5 atau 6 tahun).

Bagi anak yang terlambat/belum mendapat imunisasi campak: bila saat itu anak berusia 9-12 bulan, berikan kapan pun dan sesegera mungkin. Tapi jika anak berusia di atas 1 tahun, dapat berikan vaksin MMR.(PET)

Baca juga: Penting Diketahui Tentang Pemberian Vaksin

Foto: Fotosearch


 


Topic

#vaksinanak