Ini Tipsnya Agar Produksi ASI Lancar dan Berkualitas Baik


Pasokan produksi ASI yang kurang banyak dan tidak lancar masih manjadi kendala banyak ibu saat menjalani proses menyusui bayi. Kendala ini dikarenakan beberapa faktor, seperti kurangnya wawasan, puting bermasalah, shock culture karena perubahan siklus harian, dan lain sebagainya.

“Mama perlu memahami bahwa mekanisme produksi ASI sudah dimulai di masa kehamilan bulan ketiga. Saat itu, tubuh Mama sudah mulai memproduksi hormon-hormon yang menstimulasi munculnya ASI. Sedangkan bulan kelima dan keenam, ASI sudah siap diproduksi. Itulah mengapa para ahli kesehatan menyarankan agar Mama tetap menjaga pola makan bergizi seimbang serta pijat laktasi di usia kehamilan ini. Tujuannya agar sistem pada payudara lebih siap melakukan proses laktasi yang lancar,” ujar dr Febriansyah Darus, Sp.OG(K), dokter spesialis  kandungan dan salah satu Lactamil Expert saat ditemui di acara Media Gathering Lactamil sekaligus peluncuran saluran konsultasi Mama Care.

Untuk menghasilkan tiap tetes ASI yang berkualitas baik, para ibu harus juga mengonsumsi makanan sehat dan bergizi tinggi. Berikut penjelasan dr. Juwalita Surapsari, M Gizi, SpGK, seorang dokter spesialis gizi klinik.  

“Mama memerlukan asupan karbohidrat, protein, dan lemak melalui pola makan yang teratur dengan porsi seimbang. Mama juga perlu memenuhi kebutuhan zat gizi mikro demi tumbuh kembang anak yang optimal. Di antaranya adalah Asam Folat, Vitamin D, Zat Besi dan Kalsium.”

Nutrisi-nutrisi itu biasanya ditemukan dalam sayuran berwarna hijau seperti daun katuk dan bayam yang kaya kalsium, zat besi, dan asam folat. Lalu daging, ikan, telur, dan susu, yang merupakan sumber protein terbaik.

Dr Febri menegaskan bahwa tidak ada formula susu di dunia ini yang mampu menyamai kualitas ASI. Tiap tetes ASI mengandung cairan biologis yang dinamis dan kompleks yang terdiri lebih dari 200 zat aktif termasuk imunoprotektor, enzim, hormon, vitamin, faktor pertumbuhan, dan faktor lainnya.

“Sehingga  mampu memberikan imunitas kepada bayi dan dalam jangka panjang dapat menurunkan risiko obesitas, serta diabetes tipe 1 dan 2. Selain itu, menyusui juga memiliki manfaat bagi Mama karena dapat menurunkan risiko depresi pasca persalinan, obesitas, diabetes melitus, dan beberapa kanker,” dr Juwalita menambahkan. (Ester)

Foto: Pixabay
 

 

 

Edisi Terbaru

Family Holiday

Follow Us

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia