Jenis Termometer


Sebelum membeli termometer, pahami dulu kelebihan dan kekurangan setiap jenisnya.
 

1. TERMOMETER AIR RAKSA
Paling banyak digunakan. Bentuknyaberupa tabung gelas berisi air raksa atau merkuri, dengan garis-garis yang menunjukkan skala suhu tubuh.
PLUS
  • Mudah didapat dan harga terjangkau.
  • Pengukurannya cukup akurat.
  • Pengukuran suhu melalui mulut, ketiak, atau anus.
MINUS
  • Mudah pecah dengan risiko air raksanya terhirup atau tertelan oleh anak. Tidak dianjurkan digunakan untuk mengukur suhu lewat mulut pada bayi dan balita.
 
2. TERMOMETER DIGITAL
Memiliki sensor panas elektrik di bagian ujung untuk mengukur suhu tubuh, serta layar untuk menampilkan hasil pengukuran di ujung lainnya.
PLUS
  • Penggunaan lebih mudah, praktis, dan aman. Bunyi ‘bip’ menandakan pengukuran selesai.
  • Tingkat pengukuran sampai decimal.
  • Aman digunakan lewat mulut, ketiak, dan anus.
MINUS
  • Rentan pada udara lembap dan air.
  • Hasil pengukuran bisa meleset bila baterai melemah (harus dicek terus daya baterainya).
 
3. TERMOMETER TELINGA (TYMPANIC THERMOMETER)
Jenis thermometer digital. Cara pemakaiannya melalui lubang telinga.
PLUS
  • Proses cepat. Hanya butuh 2 - 3 detik untuk mendapatkan hasilnya.
  • Tingkat akurasi cukup tinggi, hasil pengukuran sampai decimal.
MINUS
  • Harga termasuk mahal.
  • Tidak dianjurkan untuk digunakan pada bayi usia kurang dari 3 bulan, karena lubang terlinganya masih kecil dan rentan.
 
4. TERMOMTER DAHI
Berupa strip atau lembaran plastik tipis mirip plester penutup luka. Memiliki panel-panel yang akan berubah warna sesuai temperatur tubuh.
PLUS
  • Praktis, cukup ditempelkan di dahi.
MINUS
  • Kurang akurat, karena mudah terpengaruh oleh suhu lingkungan sekitar.
 
5. TERMOMETER ARTERI TEMPORAL
Menggunakan pemindai inframerah untuk mengukur suhu dari arteri temporal di dahi dalam waktu sekitar 6 detik.
PLUS
  • Lebih akurat untuk mengukur suhu bayi. Namun tidak dianjurkan digunakan pada bayi baru lahir.
MINUS
  • Harganya jauh lebih mahal dibandingkan jenis termometer lainnya.

PERHATIKAN!
  • Simpan termometer  di tempat yang aman, jauh dari jangkauan anak-anak.
  • Sebelum digunakan, bersihkan dulu dengan kapas yang sudah diberi alkohol.
  • Biasakan membaca petunjuk pemakaian pada kemasan. Karena setiap jenis termometer bisa saja berbeda cara pemakaiannya.
  • Untuk bayi (di atas 3 bulan) hingga anak usia prasekolah, termometer telinga lebih mudah dan praktis digunakan, karena hasilnya cepat. Namun bila si kecil sudah bisa diberi pemahaman atau diajak kerja sama, gunakan termometer air raksa atau digital melalui mulut. (DEN)

 

Follow Us

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia