Koin Untuk Pusar, Perlukah?

Tradisi menekan pusar dengan koin dilakukan dengan tujuan supaya bentuk pusar bayi tidak menonjol keluar, atau sering diistilahkan ‘bodong’.

Padahal, pusar menonjol pada bayi sebenarnya masih wajar—kecuali pada bayi yang menderita hernia sehingga perlu tindakan medis. Di usia yang masih amat dini, otot dinding perut bayi masih lemah sehingga bisa membuat pusar terdorong keluar.

Pusar bodong juga sering dialami bayi yang mengidap alergi makanan, akibat terlalu banyak menangis atau ngulet. Seiring bertambah kuatnya dinding perut, bentuk pusar nantinya akan mengalami perubahan.

Kebiasaan menutup pusar dengan koin malah berisiko mengundang infeksi apabila pusar anak yang baru saja puput belum menutup sempurna dan kering. Kuman penyakit—yang melekat pada koin yang belum disterilkan—bisa masuk ke dalam tubuh anak lewat luka di pusar. Bukan hanya itu, proses pengeringan pusar juga bisa berjalan lebih lambat gara-gara tertutup rapat.

Itu sebabnya, ketika pusar bayi sudah puput atau lepas, lebih baik Anda membiarkannya dalam keadaan terbuka. Tak perlu membungkusnya kecuali terjadi infeksi. Pemakaian bedak juga sebaiknya dihindari. Bedak di dalam pusar yang sulit dibersihkan berpotensi menjadikan pusar sebagai sarang kuman.

 

Follow Us

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia