Lakukan 7 Langkah Ini Agar Bayi Bebas Ruam Popok


Ruam popok merupakan peradangan yang terjadi pada kulit bayi yang tertutup popok. Tanda yang umum terlihat berupa bintik-bintik kemerahan di kulit sekitar alat kelamin, paha, dan pantat. Meski bukan tergolong penyakit yang serius,  ruam popok dapat menyebabkan bayi merasa tidak nyaman, sehingga menjadi rewel.

Terjadinya ruam popok dapat disebabkan keadaan lembab pada kulit bayi akibat telat mengganti popok. Cairan kencing, kadang tercampur tinja, yang tertampung di dalam popok, mengandung zat yang dapat mengiritasi kulit bayi. Lapisan pertahanan pada kulit bayi belum berkembang dengan baik, sehingga zat yang menyebabkan iritasi itu mudah masuk. 

Lantas, bagaimana agar bayi terhindar dari ruam popok? Dr. Frecillia Regina, Sp.A, IBCLC  yang ditemui pada acara peluncuran popok bayi Pokana Super Boy & Girl di Bandung beberapa waktu lalu, memberikan kiat-kiatnya berikut ini:
  • Cuci tangan dengan benar menggunakan sabun sebelum memegang bayi.
  • Bersihkan kulit sekitar kelamin bayi setiap kali ia buang air besar maupun kecil. Dianjurkan menggunakan air hangat suam kuku, kemudian keringkan dengan menepuk sampai benar-benar kering terutama bagian lipatan paha. Hindari menggunakan tisu basah karena mengandung bahan kimia yang dikhawatirkan dapat menimbulkan reaksi alergi.
  • Pilih popok bayi yang tidak terlalu ketat untuk memudahkan sirkulasi udara dan kulit bayi bebas bernapas.
  • Meski memiliki daya serap tinggi, Mama tetap perlu mengganti  popok bayi tiap 3-4 jam, terutama pada malam hari. Mengganti popok lebih dari 6 kali sehari melindungi kulit bayi dari ruam popok dan infeksi saluran kemih.
  • Tidak dianjurkan menggunakan bedak karena apabila terhirup bayi, kurang baik untuk pernapasannya.
  • Jika bayi sedang mengalami ruam popok, gunakan krim yang mengandung zinc atau petroleum gel. Oleskan pada kulit yang kemerahan, diamkan sejenak, baru pakaikan popok.
  • Sesekali biarkan bayi tidur dan bermain tanpa menggunakan popok bayi.
 

 

Follow Us

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia