Latih Mata si Kecil

Penuhi kebutuhan bayi untuk mengembangkan indera penglihatannya melalui kegiatan dan dukungan sesuai tahap perkembangan matanya. Ketika bayi membuka matanya untuk pertama kali, semua yang disekelilingnya masih tampak samar. Sampai usia sekitar 3 bulan, meski jarak pandangnya makin luas, bayi belum mampu memfokuskan kedua matanya pada satu objek. Baru setelah memasuki usia sekitar 8 bulan, bayi mampu melihat segala sesuatu dalam persepsi 3 dimensi secara sempuna.

Penglihatan sebagai salah satu panca indera seperti indera lainnya, perlu dirangsang karena merupakan salah satu media belajar untuk mencerdaskan anak, di antaranya:
  • Sering menatap mata bayi dalam jarak pandang 25 cm. Lakukan saat menyusui, saat mengantar tidur sambil bersenandung, atau memandikan. Biarkan bayi juga mengenali wajah Anda.
  • Ajak ia bicara agar dapat melihat dan menikmati ekspresi wajah Anda ketika memandikan, menjemur, mengganti popok, atau bermain bunyi-bunyian.
  • Gerakkan mainan berwarna cerah ke kanan dan ke kiri agar ia mengikuti arah gerak mainan.
  • Gantungkan mainan aneka warna dan bisa berputar di atas boks tidurnya, di posisi yang mudah terlihat bayi.
  • Berikan mainan dilengkapi cermin ketika usianya memasuki 6 bulan, ajak bermain “ciluk ba”
  • Sering-sering ajak keluar rumah agar ia melihat pemandangan berbeda.

Waspada jika:
  • Bayi tidak pernah melihat wajah Anda saat disusui atau diajak bicara
  • Mata bayi tidak mengikuti arah mainan berwarna yang Anda gerakkan

Apabila Anda mencurigai gejala yang tidak wajar, seperti, tidak adanya respons apabila disentuh, atau tidak ada kontak mata ketika Anda sedang dalam jarak pandang 25-30 cm, segera periksakan bayi ke Klinik Tumbuh Kembang Anak atau rumah sakit bagian tumbuh kembang anak. (DEN)

Foto: 123RF

Baca juga:
Kanker Bola Mata pada Anak, Ini Tandanya
Deteksi Dini Kanker Bola Mata pada Anak
Olahraga Agar Mata Anak Sehat
Ajak Anak Main di Luar agar Tidak Perlu Pakai Kacamata Minus

 

Follow Us

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia