Latih Motorik Bayi dengan Mainan Berbunyi


Semakin bertambah usia, bayi jadi senang mengguncang-guncangkan mainannya sendiri. Biarkan bayi menjangkau mainan dan membunyikannya dengan tangannya sendiri. Bayi usia 0 - 8 bulan, juga sekaligus belajar untuk meraih dan memegang suatu benda. Jika tangan yang satu menggenggam objek dan Anda memberikan objek lain, maka bayi Anda akan menggenggam benda kedua tanpa melepaskan benda pertama. Bayi pun sudah pandai memberikan benda kepada orang lain tanpa bersungguh-sungguh ingin memberikannya. Jika diberi biskuit, bayi Anda bisa memegangnya sendiri, menggigit, dan mengunyahnya. Selain itu, ia senang memasukkan jari-jemarinya ke lubang kecil yang terbuka.

Mainan yang bentuknya menarik dan bunyinya tidak memekakkan telinga, akan membuat bayi tertarik untuk memegangnya. Permainan ini akan melatih kemampuan motorik bayi dan merangsang kecerdasan bayi. Berbagai cara membunyikan mainan juga dapat mengasah kemampuan auditif bayi. Bayi akan mencari asal bunyi yang didengarnya, yang akan membantu bayi untuk memfokuskan perhatiannya.

Kepandaian lain yang berkembang mulai usia 8 bulan ini adalah merangkak maju dan mundur. Bayi makin pandai berubah posisi, dari telungkup atau telentang kemudian akan mencoba merangkak. Lalu, karena otot leher, kaki dan tangannya sudah makin kuat, ia pun kian percaya diri. Dari posisi duduk, kini bayi Anda mampu bangkit dengan berpegangan pada benda lain (biasanya perabot rumah tangga seperti meja atau kursi).

Permainan yang dianjurkan:
  • Papa atau mama, duduklah agak jauh dari bayi Anda sambil memangku boneka kesayangannya. Goda agar ia datang ke pangkuan Anda. Biarkan bayi Anda merangkak untuk menjangkaunya. Merangkak dengan tangan dan lutut sangat penting untuk perkembangan otak anak. Riset terakhir menyebut, anak yang merangkak ketika bayi, tidak rentan terhadap stres di usia dewasa.
  • Cobalah bermain merangkak bersama. Pura-puranya, Anda sedang berlomba dengannya untuk mengambil mainan.
  • Berikan mainan, dan biarkan bayi Anda menggenggamnya. Lalu, pura-puralah untuk memintanya.
  • Berikan beberapa mainan yang bisa dipukul-pukul, seperti balok-balok plastik atau gelas plastik. (DEN)

 

Follow Us

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia