Lidah Bayiku Kok Putih?

Lidah dan rongga mulut bayi terlihat berwarna putih bisa jadi karena:
  1. Sisa ASI membentuk lapisan tipis berwarna putih. Bersihkan dengan membilas menggunakan air putih.
  2. Selaput dari infeksi jamur. Tandanya, bila dikelupas meninggalkan bekas berwarna merah meradang.
Apa pemicu infeksi jamur?
Umumnya, biang keroknya adalah jamur Candida albicans yang hidup di vagina. Infeksi ini bisa terjadi karena:
  • Proses persalinan kurang higienis sehingga jamur menginfeksi bayi pada saat melewati jalan lahir.
  • Kebersihan rongga mulut bayi kurang terjaga.
  • Ada peradangan pada puting payudara ibu yang sedang menyusui. Antibiotika yang dikonsumsi ibu sejak melahirkan hingga menyusui, ikut “membunuh” bakteri, sehingga mirkoorganisme yang lain -termasuk jamur- berpeluang lebih besar untuk tumbuh.
  • Hipersensitivitas bayi terhadap zat-zat tertentu di dalam makanan yang dikonsumsi ibu, misalnya cokelat, makanan laut, telur dan kacang tanah.
  • Infeksi kuman dari tangan ibu yang kurang bersih, terutama sebelum menyusui atau mempersiapkan peralatan minum pada bayi yang minum susu formula.
  • Ada kandungan senyawa di dalam susu formula yang memicu pertumbuhan jamur.
Bagaimana infeksi menyebar?
Infeksi biasanya berawal dari permukaan lidah, lalu menjalar ke selaput lendir di pipi sebelah dalam, daerah geraham, langit-langit, gusi, tenggorokan, amandel, dan bahkan mencapai saluran napas atas. Rongga mulut bayi biasanya jadi kering, karena fungsi selaput lendir terganggu. Kadang infeksi menyebar ke sudut-sudut mulut sehingga menyebabkan pecah dan belah-belah serta muncul lapisan berwarna putih pada bagian yang terinfeksi.
 
Bagaimana mengobatinya?
Infeksi jamur bukan penyakit berbahaya. Tapi bisa membuat si kecil tidak nyaman, sehingga mengganggu proses pemberian ASI. Dikhawatirkan, kebutuhan gizinya tidak terpenuhi optimal. Itu sebabnya, walau secara alami infeksi jamur ini dapat sembuh sendiri dalam beberapa minggu, sebaiknya lakukan hal-hal berikut:
  • Ibu:
    • Bila penyebabnya infeksi jamur pada payudara, oleskan salep antijamur langsung pada permukaan kulit yang terinfeksi. Agar lebih aman, minta resep dari dokter untuk memperolehnya.
    • Bila akibat reaksi hipersensitivitas bayi terhadap makanan ibu, hindari makanan tersebut sekitar 2 minggu. Setelah itu, ibu boleh kembali mengonsumsinya sambil dilihat apakah bayi masih mengalami reaksi hipersensitivitas. Pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan akan memperkecil sensitivitas sistem pencernaan bayi terhadap alergen (pemicu alergi). 
-  Bayi:
  • Beri hanya ASI eksklusif. Oleskan obat anti jamur ke bagian mulut bayi yang terinfeksi. Misalnya Nystatin.
  • Pastikan kebersihan empeng sebelum digunakan. Cuci dan rendam di air panas selama beberapa menit. (DEN)