Momen JADI orangtua yang mana paling Anda sukai?

Saya termasuk orang yang tergila-gila pada bayi yang baru lahir. Mulai dari mukanya yang menggemaskan, jari-jari kecilnya yang panjang, sampai harumnya yang segar. Saya cinta momen ini karena bisa bercengkrama dengan bayi saya dan menggendongnya seperti bayi kangguru.

Semua terasa nyaman dibanding saat dia mulai menginjak usia balita. Merenggut perlak makan, menumpahkan mangkok sereal, atau tiba-tiba marah tanpa sebab, merupakan kejadian biasa. Untung saya punya kewaspadaan dan rasa humor yang tinggi untuk menghadapi semua itu sampai akhir masa balita.

Semua mama dan papa menghadapi masa-masa senang ataupun merepotkan saat menjadi orangtua. Ini bukan berarti kita lebih menyukai si kecil saat dia berada di usia tertentu. Dan, saat Anda merasa tidak cocok dengan tingkatan orangtua yang sekarang, bertahanlah! Seiring waktu ini akan segera berubah.

Masa mengemong

Saat menyenangkan:
Akhirnya Anda menjadi orangtua. "Ia sangat manis, tanpa dosa, dan sepertinya sangat tergantung pada kita,” kata Holly Black dari Maryland, yang sangat menghargai saat-saat ceria bersama anak keempatnya yang baru lahir, Matthew. “Saat dia tertidur di dekapan, saya tidak mau menaruhnya di tempat tidur. Seketika saya menangis karena mengetahui betapa cepat saat-saat ini akan berlalu,” ujarnya.

Disamping itu, kemampuan bayi baru lahir melihat cahaya sangat minim. Jadi, mereka akan mengantuk setengah hari, bila malamnya mereka terbangun setengah malam. Jadi Anda tetap bisa punya waktu untuk menonton televisi, berbelanja, atau mengemil.

Saat menjengkelkan:
Siap siaga selama 24 jam sehari, 7 hari per minggu, bisa menjadi masa transisi yang berat bagi seorang wanita; terlebih pada anak pertama. Gugup dan ragu-ragu adalah hal biasa. Disamping itu, bayi baru juga dapat menyebabkan kekhawatiran dan ketegangan. “Travis adalah bayi yang sangat mengagumkan, namun dia menderita kolik,” kata Kristine Breese dari Los Angeles, mama dari seorang putra berumur 9 tahun. “Pada tiga bulan pertamanya, lebih banyak waktu yang dihabiskan untuk menangis daripada tidur. Saya tidak bisa mengerti kemauannya sampai usianya 6 bulan.”

Bahkan anak yang lahir normal dengan kondisi yang sangat baik pun membutuhkan perawatan ekstra di awal usianya.. “Awal kelahiran adalah pilihan terakhir yang saya sukai dari tingkatan menjadi orangtua,” kata Diana Eastwood, ibu dari Chloe (11 tahun) dan Peter (7 tahun) di Carolina Utara. “Bayi yang baru lahir tidak bisa diajak mengobrol, ditambah dengan popoknya yang dengan cepat menggunung,” tambahnya.

Masa “melantai”

Saat menyenangkan:
Kebiasaan-kebiasaan bayi paling dapat digambarkan saat dia berusia 3 sampai 9 bulan: membuat kita selalu merasa waspada dan khawatir. Mereka mulai dapat berkeliling ruangan, mengocehkan nama Anda, juga melambaikan tangan saat mau pergi. Waktu tidur siang mereka juga bertambah, dan jarang terbangun di malam hari.

“Saya sangat senang bila si kecil memakan apapun yang saya berikan padanya,” kata Jessica Smith dari Ohio. Mereka juga tertarik pada segala hal yang Anda tunjukkan. Misalnya, bila tombol hijau ditekan, maka mainannya akan mengeluarkan suara musik dan bergerak-gerak. Smith juga merasa pada saat ini keinginan anak untuk dapat berbicara sangat besar, “Mereka mulai dapat berargumen dengan gumaman atau gerutuan bila tidak mau melakukan sesuatu.”

Saat menjengkelkan:
Karena berat badannya tumbuh dengan cepat dan sekarang si kecil sudah jauh lebih berat dan membutuhkan makanan yang lebih padat, sekali saja Anda melewatkan waktu makan atau tidur siangnya, pasti si kecil akan rewel dan menjengkelkan sepanjang hari. Terlebih lagi, si kecil belum dapat mengatakan apa yang membuatnya gelisah, maka dia mengatakannya dengan cara merengek. Bayi yang tidak mendapat cukup tidur di malam hari dapat membuat mama merasa sangat capek pada keesokan harinya. Padahal, beristirahat saja belum sempat.

Masa balita

Saat menyenangkan:
Beberapa orangtua ada yang gelisah, malas, dan bosan bila harus berhadapan dengan orang yang sepertinya tidak punya tujuan dan pendirian tetap. Namun lain halnya bila yang seperti itu adalah ciptaan Tuhan yang untuk pertama kalinya belajar berjalan. Selamat tinggal rasa bosan, karena tiap 10 detik, Anda akan merasa antusias melihat 'apa lagi ya yang akan dilakukannya?'

“Travis adalah anugerah terindah bagiku. Tidak hanya badannya yang bertambah besar, namun cara berpikir dan kemampuannya untuk bersosialisasi juga berkembang,” kata Breese. Beberapa minggu setelah ulang tahun keduanya di bulan Mei, ada yang bertanya berapa umurnya. Bukannya mengatakan “2 tahun”, dia malah berkata “3 tahun di bulan Mei.” Bukannya dia bingung atau tidak tahu berapa umurnya, dia hanya berpikir jauh ke depan.

Kepribadian anak akan berkembang seperti bunga yang merekah. Perlahan tapi pasti. Balita selalu ingin tahu apa saja yang dilihatnya dan sangat ingin berbagi dengan orang lain. Yang Anda butuhkan hanya energi lebih, kesabaran, dan selera humor yang tinggi.

Saat menjengkelkan:
Balita sudah terlalu besar untuk ditimang dan digendong, namun belum cukup umur untuk tidur sendiri atau ditaruh di stroller. Balita memerlukan tingkat kewaspadaan baru. Walaupun, dalam perkembangannya, dia lebih seperti bayi daripada anak besar.
“Hal yang paling memberatkan adalah saat si kecil berusaha berkomunikasi denganku, namun aku tidak dapat mengerti apa yang berusaha dia katakan,” ujar LaTina Haynes dari Tenessee mengenai putranya, Rheagan (18 bulan). Dia tahu apa yang mau dia katakan, tapi saat saya tidak dapat mengerti. Dia menjadi sangat jengkel. Yang saya bisa lakukan hanya berkata, “ Kamu mau itu? Atau yang ini?” Dan jawabanya selalu “Tidak!”

Orangtua juga harus mulai dapat mengatakan “Tidak”. Hal ini untuk mengajarkan disiplin kepada anak yang tidak mau diam. Terkadang, Anda boleh juga mengatakan “Kamu tidak boleh seperti itu” atau “Berhenti melakukan itu”. Apa yang lebih menyenangkan dari ini? Tunggu saja sampai Anda harus memandunya untuk toilet training….

Playgroup time

Saat menyenangkan:
Bagi Cherie Spino, usia 3 sampai 4 tahun adalah merupakan masa meningkatnya kemampuan berbicara si kecil. “Mereka dapat bercerita pada Anda mengenai kesehariannya dan Anda juga sudah mulai dapat benar-benar mengobrol dengannya,” ujarnya. Anak bungsunya yang berumur 5 tahun mengatakan hal yang sangat lucu. “Kami sedang melihat buku Disney. Dan dia menyebutkan nama-nama tokoh di buku itu: ‘Bambi, Cinderella, Sleeping bag’ Hahaha… tentu saja maksudnya Sleeping Beauty, yaitu putri tidur!”

Pada masa-masa bermain ini, mama boleh memberikan pujian kepadanya. Karena pada umur ini dia mulai dapat memakai baju sendiri, makan sendiri, dan mengatakan “tolong” dan “terima kasih”.

Di samping itu, mereka juga sudah punya keinginan kuat untuk mengetahui apapun yang dia lihat, imajinasinya berkembang, dan mulai dapat menunjukkan antusiasmenya terhadap sesuatu. Tapi tetap, mereka terlihat imut dan menggemaskan seperti bayi.

Saat menjengkelkan:
Beberapa anak di usia ini, terutama anak laki-laki, masih harus diajarkan untuk ke belakang. Menghadapi anak yang sangat pemalu atau malah sama sekali tidak mau diam, menjadi ujian tersendiri bagi orangtuanya. Terkadang bila sudah frustrasi karena pertanyaan si kecil yang selalu didahului dengan kata “Kenapa? Kenapa? Kenapa?” seorang ayah akan berkata dengan suara pelan dengan nada yang sangat serius, “Tidak ada yang tahu jawabannya, Nak.”

Patti Anderson yang tinggal di Cincinnati menganggap masa-masa ini sebagai momen yang penting dari menjadi orangtua. Anaknya, Louisa yang berusia 4 tahun, tidak dapat berhenti menari, bersorak-sorak, dan bertingkah seperti cheerleaders, "Bahkan terkadang memakai baju saya,” ceritanya. Hal ini lucu dan menggemaskan untuk dilihat. Namun ada juga sisi lainnya. Louisa kurang mempunyai tata krama dan sering membangkang. Hal ini terlihat apabila dia sedang bersama kakak laki-lakinya, Joe. Dia tidak mau dibantah dan selalu marah bila diberitahu apa yang benar.

Usia sekolah

Saat menyenangkan:
Kepribadian mereka sudah mulai terlihat. “Saat ini mereka sudah dapat mengekspresikan keinginannya dan mulai berani memperlihatkannya,” ujar Diana Eastwood tentang Chloe, putrinya yang sudah kelas 5 SD dan Peter, kelas 2 SD. Kegemaran dan ketertarikan anak akan bertambah luas seiring dengan semakin luasnya kehidupan sosial dan kesempatannya untuk memilih.

Semakin bertambahnya umur, makin banyak bantuan yang dapat Anda berikan. “Sekarang putri tertua saya biasa membacakan cerita untuk adiknya, dan hal ini sangat indah dilihat,” kata Jean Starks, ibu dari Emily (5 tahun) dan Allison (3 tahun) di San Fransisco. Bonus lainnya adalah: salah seorang teman mempunyai sebutan khusus “built a buddy years”, dimana si kecil dapat bercerita apapun pada kita dan menjadikan kita teman yang asyik untuk diajak berbicara. Di masa ini, perlakukan si kecil layaknya sahabat. Ini juga saat yang tepat untuk membangun kepercayaannya pada kita.

Saat menjengkelkan:
Siapa sih mereka? Inilah yang sering saya dan suamiku tanyakan saat melihat anakku yang berusia 14 tahun, 12 tahun, dan 9 tahun, yang telah mempunyai kepribadian yang cukup kuat. Saya sering merasa putus asa karena jadwal yang sudah saya buat sepertinya tidak pernah berhasil dijalankan. Jadwal pekerjaan rumah, bermain, maupun ulang tahun temannya. Seolah-olah mereka mempunyai urusan sendiri-senndiri dan merasa terganggu dengan jadwal yang kita berikan.

Setiap tahun sepertinya selalu ada tantangan baru yang harus ditaklukkan. Diantaranya, memberikan si kecil kebebasan, namun tetap dapat menjaga keselamatannya. Begitu juga dengan mendorong mereka untuk menambah teman agar dapat bersosialisasi pula. Namun tetap memastikan mereka mendapatkan teman-teman yang baik.

Maka dari itu, ada yang berkata, “tunggu saja.” Karena tanpa Anda sadari, akan ada saatnya si kecil mendapat SIM pertamanya dan mendaftar masuk kuliah. Tunggu saja sampai saat itu tiba. Jadi yang bisa dilakukan sekarang, nikmatilah saat-saat ini karena belum tentu Anda dapat sedekat ini dengannya lagi.

PAR 0108



 

Follow Us

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia