Penuhi Kebutuhan Tidurnya

Bayi baru lahir (newborn baby) memang lebih banyak tidur. Pada bulan pertama, bayi butuh tidur hingga 16,5 jam sehari, bahkan lebih. Dan jadwal tidurnya pun tidak lihat-lihat waktu; bisa pagi, siang, sore, malam, tengah malam, atau dini hari. Namun, bayi juga bisa bangun setiap saat, baik karena lapar, pipis, pup, digigit nyamuk, kepanasan, kedinginan, atau terganggu suara berisik atau guncangan. Wajar saja bila hari-hari punya bayi adalah hari-hari begadang, karena Mama (juga Papa) harus ikut terjaga di tengah malam atau dini hari untuk menyusui dan mengganti popok. Bila Mama kurang sigap, bayi akan menangis terlalu lama,  akhirnya kelelahan dan stres karena kurang tidur.
 
Memahami Pola Tidur Bayi
Menurut Elizabeth Pantley, seorang parent educator dari Amerika Serikat dan penulis buku The No-Cry Sleep Solution: Gentle Ways to Help Your Baby Sleep Through the Night, bayi baru lahir (0 – 3 bulan) memiliki pola dan kebutuhan tidur yang sangat berbeda dengan bayi dengan usia lebih tua. Karena itu, bisa dipahami bila para ibu baru kadang masih bingung menghadapinya, sementara saran-saran yang datang dari berbagai pihak belum tentu tepat dan aman untuk diterapkan. Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan dan dipahami oleh para mama:
  • Biologi Bayi Baru Lahir
Bukan hanya ibu baru yang bingung, bayi baru lahir pun mengalami kebingungan menghadapi dunia baru yang sangat berbeda dengan dunianya di dalam rahim. Di dalam rahim, hampir sepanjang hari ia tidur dengan nyaman dan aman, karena makanan dialirkan langsung lewat tali pusar. Setelah lahir ke dunia, pada bulan-bulan pertama bayi akan tidur bila ia merasa lelah. Sesederhana itu. Kalau ia tak mau tidur, coba cari penyebabnya. Siapa tahu ia lapar, kepanasan, kedinginan, atau gatal. Kalau tak ada yang salah, Anda bisa ‘memaksanya’ tidur, misalnya dengan memeluk, menggendong, atau mengayun-ayun lembut. Sebaliknya, Anda juga boleh ‘memaksa’ membangunkannya kalau ia terlalu lama tidur.  

Bayi baru lahir memiliki rongga perut yang sangat kecil, tapi berkembang dengan pesat seiring dengan makanan (ASI) yang ia konsumsi. Kerja pencernaannya juga sangat cepat. Karena itu bayi baru lahir harus diberi ASI setidaknya setiap 2 – 4 jam sekali, bahkan lebih sering. Itu pula sebabnya bayi harus ‘dipaksa’ bangun untuk menyusu bila ia sudah terlalu lama tidur.
  • Setiap Bayi Adalah Unik
Setiap bayi adalah unik dan berbeda satu sama lain, termasuk kebutuhan tidur mereka. Jadi jangan khawatir bila kebutuhan tidur bayi Anda lebih banyak atau lebih sedikit dibanding bayi teman-teman Anda. Yang pasti, bayi Anda tidak kekurangan tidur dan tidak terlihat lelah dan stres. Bila bayi Anda lebih sering bangun di malam hari untuk menyusu (dibanding teman-teman seusianya), bisa jadi karena rongga perutnya lebih kecil sehingga harus lebih sering diisi.

Sama seperti manusia dewasa, bayi juga ada yang dasarnya doyan tidur dan ada yang tidur secukupnya saja. Bayi yang doyan tidur bisa jadi malas bangun. Ia memilih menahan lapar daripada bangun tidur untuk makan (menyusu). Oleh karena itu, Anda harus cermat mengamati popoknya. Air kencing bayi yang cukup minum (ASI/susu) umumnya berwarna kuning muda jernih. Bila air kencing bayi Anda berwarna kuning pekat, berarti ia kurang minum. Bila ini yang terjadi, Anda harus lebih sering membangunkan bayi Anda untuk disusui.
  • Jangan Korbankan Bayi Anda
Ada  anggapan bahwa bayi sebaiknya diajari sedini mungkin (segera setelah lahir) untuk  ‘tidur sepanjang malam’  tanpa terbangun. Anggapan (dan nasihat) itu salah! Bayi baru lahir hanya mampu tidur paling lama 5 jam tanpa terbangun, itu pun hanya sedikit sekali bayi yang bisa tidur selama itu. Biarkan bayi terbangun (pada malam hari) karena hal-hal yang alami, misalnya lapar atau pup. Jangan korbankan bayi Anda hanya karena mama ingin tidur nyenyak tanpa terganggu di malam hari. Nanti setelah berusia lebih tua, durasi tidur malam bayi akan semakin panjang dengan sendirinya.
  • Tertidur Saat Menyusu
Alamiah saja bila bayi baru lahir jatuh tertidur saat sedang menyusu. Sesungguhnya ia sedang belajar mengasosiasikan kegiatan menyusu dengan tidur. Dengan kata lain, ia juga belajar bahwa ia tidak bisa tidur dengan cara yang lain.  Mungkin bagi otak bayi, menyusu (tepatnya mengemut puting susu) dan tidur adalah asosiasi yang paling menyenangkan. Bila  ingin bayi Anda tetap gampang tertidur setelah melewati usia 3 bulan, jangan putuskan  asosiasi tersebut.

 

Follow Us

Most Popular

Instagram Newsfeed