Pesiapan Persalinan Bayi Lahir Besar

Ketika mengetahui bahwa bayi Anda akan lahir besar, yang Anda harus lakukan pada awalnya, perhatikan kadar gula darah bayi pasca lahir. Kadangkala, karena gula darah yang rendah, terpaksa bayi diberikan susu tambahan untuk meningkatkan kadar gula darah. Tidak jarang, ia juga membutuhkan infus larutan gula untuk tujuan sama.

Bila kondisinya telah stabil, biasanya kebutuhan minum bayi besar lebih banyak dibandingkan bayi normal lainnya. Tetap hati-hati, ya, Ma! Kenaikan berat badan bayi besar bisa menyebabkannya menjadi obesitas. Selain itu, dilaporkan pula adanya risiko mengalami gangguan kardiovaskuler (jantung dan pembuluh darah) di kemudian hari pada bayi dan anak yang mengalami obesitas pada masa kecilnya.

Sementara, persalinan bayi besar bisa membuat ibu atau bayi berisiko mengalami cedera. Pada ibu yang melahirkan secara spontan (pervaginam), bisa terjadi robekan jalan lahir yang lebih luas, dan bahkan tidak jarang terjadi ketidaksesuaian panggul dengan kepala bayi (cephalo pelvic disproportion). Bagaimana dengan bayi? Ia berisiko mengalami cedera patah tulang selangka (fraktur clavikula) akibat bahu bayi ‘macet’ saat melewati jalan lahir.

Pada kondisi yang ekstrem, akan menyebabkan proses persalinan yang lama dan melelahkan bagi keduanya. Akibatnya? Si kecil bisa mengalami asfiksia atau  kekurangan suplai oksigen. Padahal, hal ini bisa berakibat terjadinya gangguan persarafan atau anak berisiko mengalami cerebral palsy (kelumpuhan saraf otak) akibat cedera kepala saat melewati jalan lahir.

Melihat berbagai risiko yang sangat besar itu, tidak jarang dokter atau tenaga kesehatan penolong persalinan akan menganjurkan mama untuk melahirkan melalui operasi caesar.

Photo: Getty Images

 

Follow Us

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia