Anak Tidak Mau Menulis

Saat belajar, anak saya (4 tahun 6 bulan) malas menulis, padahal dia cerdas. Apa yang harus saya lakukan?

 

Jawaban :

Sebenarnya, usia balita adalah masa pembentukan yang masih sangat terbuka pada perkembangan, perubahan minat, dan kecenderungan gaya belajar si kecil. Jika ia  belum mau  menulis, ini belum tentu berarti anak mengalami masalah dalam kegiatan belajarnya. Kadangkala, ada anak yang terlihat tidak memiliki ketertarikan terhadap kegiatan menulis, namun sangat menyukai kegiatan membaca, misalnya. Kalau sudah begini, kemampuan visualnya yang akan lebih berkembang ketimbang kemampuan motorik atau kinestetiknya. Mungkin saja, si kecil belum mengembangkan ketertarikan untuk menulis karena belum menemukan enjoyment dalam melakukan kegiatan tersebut. Itu sebabnya ia tidak menyukainya.



Bila keengganannya menulis tergolong parah dan menyebabkan perubahan situasi emosinya, ada kemungkinan ia memiliki kendala yang bisa disebabkan oleh beberapa kondisi. Pertama, perkembangan motorik, terutama motorik halus. Coba perhatikan keseharian anak: Apakah ia memiliki kesulitan dalam melakukan kegiatan yang berkaitan dengan gerakan motorik halus? Misalnya, terlihat kesulitan, seperti gampang terlepas pegangannya atau lemas, saat memegang benda kecil. Jika ya,ada kemungkinan si kecil mengalami hambatan dalam perkembangan motorik halusnya. Jika tidak terlalu berat, kondisi ini bisa dilatih dengan membiasakannya memegang benda-benda kecil. Namun, bila terlihat berat, bawa ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.



Kedua, terkait dengan masalah psikologis atau emosional. Coba telusuri apakah anak pernah mengalami pengalaman yang kurang menyenangkan terkait dengan kegiatan belajar, terutama saat menggunakan keterampilan jari jemari. Misalnya, apakah dia pernah merasa tersiksa ketika mewarnai atau menggambar di usia lebih muda. Atau, dia pernah merasa ‘dipaksa’ melakukan kegiatan yang mirip, sehingga merasa kegiatan menulis merupakan siksaan dan menolak melakukannya.

Apa yang perlu dilakukan? Telusuri terlebih dulu penyebabnya. Jika sudah ditemukan penyebabnya, coba diperbaiki. Caranya? Buatlah kegiatan yang menyenangkan dengan melibatkan kegiatan motorik halus. Bawalah dia ke ahli bila apa yang dialami sulit ‘diperbaiki’.



Konsultan:

Dinasti Widarsari, M.Psi., Psi.

Psikolog anak

Edisi Terbaru

Family Holiday

Follow Us

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia